Serang : Pemerintah harus menyakinkan masyarakat tentang penggunaan vaksin pasca kejadian vaksinasi

KBRN Tahuna :  Adanya kasus serius setelah di vaksin  secara tidak langsung mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap upaya Pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi di Indonesia. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terhadap keamanan vaksin harus benar-benar dilakukan secara massif sehingga vaksinasi dapat berjalan maksimal.   Unsur Generasi Muda Sangihe Roni Paulus Serang saat dimintai tanggapannya soal dampak vaksinasi di Sangihe mengatakan berbagai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi, apalagi sangat fatal ada kematian di duga akibat vaksin harus diseriusi Pemerintah terlebih pihak-pihak berkompoten.

“Kami sangat mendukung upaya Pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi namun tentunya kejadian pasca imunisasi harus juga menjadi perhatian.  Disisi lain Mendukung upaya Pemerintah dalam menekan kasus Covid 19 dan  Pemerintah diminta dapat membangun kepercayaan public terhadap keberadaan vaksin yang diadakan.  Pemerintah menghentikan sementara penggunaan vaksinasi produksi CTMAV 547 yang telah disistribusi ke TNI,  sebagian wilayah DKI Jakarta dan Sulawesi Utara sambil menunggu hasil pengujian Laboratorium oleh Badan POM.  Di Kabupaten Sangihe tidak termasuk vaksin Astrazeneka yang dihentikan penggunaannya. Direktur Rumah Sakit Liun Paduli dokter Poliden Dalawir mengatakan vaksin yang digunakan dalam vaksinasi saat ini di Kabupaten Sangihe jenis  Batch 516.

“Saat ini vaksinasi tetap dilakukan menggunakan  vaksin Astrazeneka, kita (Sangihe) tidak termasuk vaksin yang ditarik dan dihentikan penggunaannya.”  Ia mengakui adanya kejadian ikutan pasca vaksinasi mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat namun pada dasarnya pelaksanaan vaksinasi aman digunakan, jelas Dalawir.  Dalawir berharap pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Sangihe berjalan sesuai yang diharapkan dan menghimbau masyarakat ikut di vaksin sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran covid 19. (Ant)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00