Cuaca Ekstrim, Harga Ikan Melonjak

KBRN, Tahuna : Cuaca ekstrim melanda perairan laut Sulawesi  termasuk  Sangihe, aktifitas warga mengalami hambatan tak terkecuali nelayan enggan melaut. Imbas dari kondisi ini harga ikan naik signifikan hingga 200 persen.

Salah satu penjual ikan ibu  Marni warga Akembuala  kelurahan Santiago Kecamatan Tahuna ditemui RRI di pasar Towo  mengatakan,  hasil  tangkapan ikan  yang dilakukan suaminya semalam   sangat sedikit karena hanya mengambil posisi seputaran kolongan berbeda   dibandingkan bila  dengan kondisi cuaca normal. Ikan  pelagis kecil sebutan lokal ikan Deho 2 ekor 20 puluh ribu rupiah bila norman dijual dengan harga 5 ribu rupiah.

“Eh kasiang jo itu  hasil  tangkapan ikan kita pe suami dang tadi malam cuma sadiki pirua yang penting ada jo for mo makang kong laeng mo jual for mo beli beras dang. Cuma ada cari di dekat-dekat no beda katu kalu cuaca bagus to.” Ini ikan tude bisa bagini 2 ekor 5 ribu mar ini kita jual puluh ribu dua ekor. ungkap Marni

 Saat melaut diakui cuaca masih memungkinkan namun beberpa jam mencari ikan dengan hasil tangkapan sedikit angin kencang dan gelombag mulai terasa sehingga memilih untuk kembali pulang.    

 Menurut Marni, saat melaut diakui cuaca masih memungkinkan namun beberpa jam mencari ikan dengan hasil tangkapan sedikit angin kencang dan gelombag mulai terasa sehingga memilih untuk kembali pulang.

“memang waktu pigi mo cari ikan masih dapa lia boleh dang mar serta so berapa jam so mulai dapa ras aitu angina dengan gelombang jadi  kit ape suami pulang lebeh bae biar Cuma sadiki no ikang ada dapa.”kata Marni

Terpantau RRI di pasar percontohan Towo,  Tahu dan tempe laris manis diminati pembeli disisi lain ini menambah penghasilan penjual tahu dan tempe. IM    

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00