Cegah Persebaran Covid 19, Puluhan Wartawan Klaten Divaksin

KBRN, Klaten: Vaksinasi covid-19  tahap dua  di Kabupaten Klaten  dilaksanakan dengan menyasar pelayanan publik, anggota DPRD, TNI Polri termasuk awak media. Kalangan jurnalis bersama anggota Polri Polres Klaten vaksinasi  dilakukan  di Rumah Sakit Ibu dan Anak RSIA Aisyah Klaten.

Sebelum dilakukan vaksin,  harus menjalani beberapa tahapan pemeriksaan antara lain dilakukan pengukuran suhu, pendataan dan screaning  untuk mengetahui kesehatannnya. Setelah dilakukan vaksin masih diharuskan menunggu kurang lebih 30 menit untuk mengetahui dampak yang mungkin timbul.

Namun pada umumnya tidak ada dampak yang dirasakan setelah  disuntik vaksin tersebut. 

“Ternyata tidak ada mucnul efek sakit untuk aktivitas biasa gak masalah meskipun umur saya diatas 50 tahun. Jadi  gak perlu takut ikut vaksin,"  kata Sarjana salah seorang wartawan  Sarjana kepada RRI hari Sabtu (27/2/2021).

Penanggung Jawab Vaksin RSIA dokter Fitriani  Sri Utami mengatakan dalam rangka percepatan pelaksanaan vaksin itu pihaknya mendapatkan  target sasaran 300 anggota Polri dan 30 awak media. Untuk anggota Polri terdapat 12 anggota yang tertunda karena kesehatan.

“Total target sasaran  300 dari polri, kalau wartawan dari Dinkes diminta 30 orang,” katanya. 

Sejauh ini kata Fitriani belum ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pasca dilakukan vaksinasi.  Kegiatan vaksinasi tersebut mendaptkan pantauan langsung  Anggota DPRD Jawa Tengah asal Klaten Kadarwati.

Kepada wartawan Kadarwati mengatakan vaksin tersebut dinilai penting. Kendatipin masih ada yang tidak percaya, faktanya  virus tersebut ada.

“Vaksin ini penting. Mau tidak mau percaya tidak percaya virus itu ada bukan konspirasi,” tandas Kadarwati.

Pemberian vaksin tersebut merupakan salah satu upaya pengendalian dampak covid. Oleh karena itu Kadarwati memberikan apresiasi kepada jajaran media yang bersedia dilakukan vaksin. 

"Vaksin sangat perlu untuk melindungi diri sendiri , keluarga maupun orang  lain. Mengingat  tingkat resiko cukup tinggi yang selalu bertemu dengan orang lain, "pungkasnya. ( Adam Sutanto / Widha )

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00