Antisipasi Pemudik Nataru, Solo Siapkan Tempat Karantina di Benteng Vastenburg

Foto Caption: Benteng Vastenburg Solo, Bangunan Cagar Budaya itu akan dijadikan tempat karantina pemudik libur natal dan tahun baru. Dok Mulato

KBRN, Surakarta: Karantina bagi pemudik yang datang dari luar daerah saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan diberlakukan Pemkot Surakarta. Konsep karantina pemudik seperti saat lebaran lalu. 

Warga yang ada di perantauan diminta tidak pulang atau berlibur ke Solo selama Nataru  kalau tidak ingin dikarantina Satgas Covid-19 Surakarta. Walikota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo mengatakan akan memberlakukan karantina bagi pemudik Nataru. "Makanya jangan pulang, daripada nanti dikarantina," ungkap walikota saat dijumpai wartawan di Balaikota, Senin (30/11/2020).

Pihaknya akan mengoptimalkan Satgas Covid-19 wilayah dan Jogo Tonggo untuk mengawasi pendatang. Setiap warga yang datang akan dilaporkan kepada Satgas dan dilakukan penjemputan ke rumah karantina. Pengetatan bagi pemudik dilakukan menyusul kasus Covid-19 di Solo yang terus meningkat belakangan ini. 

Rudy mengatakan kendatipun pemudik membawa surat sehat bebas Covid-19 tidak menjadi jaminan akan lolos dari karantina Pemkot Surakarta. "Nanti Jogo Tonggo, kalau ada orang datang ya supaya melapor. Kita jemput. Kalaupun membawa surat sehat dari kota asal belum menjamin. Makanya daripada dikarantina lebih baik tidak usah ke sini (mudik)," bebernya.

Pihaknya akan menyiapkan rumah karantina di Benteng Vastenburg Solo dengan menggunakan tenda barak TNI. Hal ini dilakukan karena Graha Wisata dan nDalem Joyokusuman dipakai untuk Asrama Brimob sementara. Dengan sangat terpaksa karena tidak ada tempat lain maka warga yang mudik akan dibuatkan tenda barak TNI di Benteng Vastenburg.

"Nanti kalau natal libur panjang, pemkot tidak akan bisa menyediakan rumah karantina semewah kemarin. Makanya ini kita tidak bisa menyediakan itu," sambung Rudy sapaan akrabnya.

Namun demikian Rudy masih akan mencari gedung yang dapat digunakan rumah karantina. Gedung-gedung sekolah yang saat ini kosong juga bisa digunakan untuk karantina. 

"Dalem Priyosuhartan kan dipakai Nakes. Tempat yang besar ya disana. Kalau mau pakai sekolah, sekolah sudah lama nggak dipakai."

Sementara itu Ketua Pelaksana Satgas Covid-19 Surakarta Ahyani mengatakan, Solo saat ini mendekati zona merah. Angka pasien Covid-19 yang dirawat masih stabil dikisaran 180an.

"Ini mendekati merah. Angka yang dirawat masih stabil 180an, artinya kalau indikator merah kuning hijau, kenaikan bisa, kesembuhan juga tinggi, kalau dilihat dari in outnya seimbang kita bertahan di orange," beber Ahyani.

Adapun data kumulatif angka Covid-19 di Surakarta sampai Minggu (29/11) malam berjumlah 2.349 kasus. Dari jumlah tersebut 109 meninggal dunia.

Sementara itu 172 orang dalam perawatan dan isolasi mandiri 678.  Selama dua hari Sabtu dan Minggu terjadi penambahan 28 dan 64 kasus.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00