Pemkot Siapkan 153 Milyart Rupiah untuk Antisipasi Banjir di Solo.

KBRN Surakarta : Fenomena alam La Nina berpotensi terjadinya bencana, sehingga perlu kesiapsiagaan mulai sekarang. Demikian disampaikan Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan Selasa (27/10/2020) usai Apel Gelar Kesiapsiagaan dalam rangka Penanggulangan Bencana di wilayah Solo, yang berlangsung di Plaza Manahan Solo.

Dikatakan, terjadi anomali cuaca sebagai dampak dari La Nina  berakibat pada tingginya curah hujan di tanah air,  sehingga perlu diantisipasi mulai Oktober ini sampai awal 2021. Hujan yang mulai terjadi akhir akhir ini ,  puncaknya diperkirakan Januari  Februari tahun depan, ditambah terjadinya pandemi Covid 19,  membutuhkan kerjasama semua pihak untuk bersama-sama menangani bencana, dan  banjir sebagai bencana yang perlu diwaspadai juga  menjadi prioritas di Solo. 

“ saat ini kita sedang menghadapi antisipasi dampak dari La nina terjadi anomali cuaca di Samodra Pasifik yang berakibat pada tingginya curah hujan sampai tanah air di awal 2021 nanti tetapi musim hujan mulai Oktober ini. Kita saat ini juga di massa pandemi Covid 19 maka membutuhkan kerjasama semua pihak” tegasnya.  

Untuk itu kesiapsiagaan dilakukan dengan pengecekan seluruh alat kebencanaan mulai dari mesin  pemotong pohon, mobil ambulans, perahu karet, logistik,  Tim Medis dan lainnya. Selain itu 932 personel dari berbagai  elemen, seperti Tim SAR, Basarnas, TNI, Polri, PMI, Orari, DKK Surakarta dan relawan kebencanaan lainnya telah siap diterjunkan menangani bencana.

Sementara, Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo menyatakan, pihaknya telah menyiapkan SDM maupun metode untuk penanganan banjir dan pencegahannya bahkan Pemkot juga telah menyediakan dana tidak terduga senilai 153 milyar rupiah.

“ Pemkot Solo sudah melakukan persiapan SDM maupun metode untuk penanganan banjir dan pencegahannya sudah dilakukan bahkan persiapan anggaran 153 milyar rupiah” ungkapnya.  

Anggaran tersebut akan ditambah  jika diperlukan dan terjadi sesuatu di Solo. Pihaknya juga meminta warga tidak berteduh di bawah pohon, jika terjadi hujan lebat dan angin, karena dapat membahayakan jiwa.

Usai Apel yang  dipimpin Kapolresta Surakarta Kombespol Ade Safri Simanjuntak, dihadiri Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo dan Komandan Kodim 0735 Surakarta Letkol Inf Wiyata Sempana Aji, rombongan  langsung melakukan checking kesiapan kendaraan dan peralatan milik Brimob dan Basarnas. (Desk : Dyah Supana)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00