Jaga Ketahanan Pangan, Warga Gandekan Ini Kembangkan Lele dan Sayuran

Ketua RW 9 Kelurahan Gandekan Kecamatan Jebres Surakarta.

KBRN, Surakarta: Dalam menggalakkan Program Jogo Tonggo saat Pandemi Covid 19 kampung Gandekan, Kecamatan Jebres memberdayakan warganya  dengan melakukan sejumlah kegiatan. Salahsatunya kegiatan produktif dalam menjaga ketahanan pangan. 

Setidaknya sebulan terakhir sudah dikembangkan budidaya ikan lele  bantuan dari pemerintah kota seribu ekor bibit, dengan teknologi aquaponik. Yaitu memadukan budaya ikan dengan tanaman sayuran atau buah.  

Ketua RW 9 Suwanto mengatakan, sejumlah program dalam Jogo Tonggo dilombakan di tingkat nasional dan berhasil meraih juara pertama. Sejumlah program itu diantaranya budidaya tanaman, seperti sayuran, buah dan empon-empon.  

“Untuk membantu ketersediaan pangan kita memelihara lele dikampung juga, penananam tanaman budidaya seperti sayuran, buah dan empon empon. Kemarin itu kita dapat bibit lele dari pemrintah untuk dikembangkan," jelas Suwanto  Kamis (22/10/2020).

Selama budidaya tanaman pihaknya melakukan lomba yang tiap keluarga. Mereka menanam tanaman paling sedikit tiga jenis tanaman, yang bisa memanfaatkan media pot. Selain itu warganya yang kehilangan pencaharian  karena tidak bisa berjualan lagi kini diperdayakan.

"Seperti yang biasa jualan di sekolah kini kan libur. Kita berdayakan agar bisa tetap mendapatkan penghasilan," ujarnya.

Sementara itu Lurah Gandekan Ari Rahmadani mengatakan dalam program pemulihan ekonomi sebagai dampak pandemi covid 19  pihaknya menyerahkan bantuan ke 9 RW di wilayahnya. Bantuan itu yang digunakan untuk  menerapkan program yumina dan bumina 

"Untuk saat ini masih taraf penggemukan untuk lele sedangkan untuk sayuran sudah dapat di panen warga. Ada dana dari kelurahan yang digunakan pemeliharaan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19. Kita serahkan ke 9 RW untuk dikelola di wilayah tersebut," bebernya.

Dikatakan Ari, setiap warga juga memiliki satgas ekonomi dengan  mengelola uang ronda berupa jimpitan dan uang yang dikumpulkan sekali dua minggu . Hasilnya dijual kembali untuk warga yang kurang mampu dengan harga di bawah standar. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00