Waspada La Nina, BPBD dan Warga Lakukan PRB

Foto caption: Pohon tumbang menutup jalan ring road utara Sragen akhir pekan lalu. Dok Istimewa

KBRN Sragen: Warga  wajib mewaspadai ancaman bencana puting beliung yang berpotensi di 20 kecamatan pada awal musim penghujan ini. Kewaspadaan ini salah satu dampak fenomena La Nina pada awal musim penghujan ini. Karena berpengaruh pada meningkatnya curah hujan disebagian besar Indonesia.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Sragen Sugiyanto mengakui 20 kecamatan di Kabupaten Sragen berpotensi terjadi bencana alam puting beliung.

Lebih-lebih hujan pertama sepekan lalu juga terjadi angin kencang yang merobohkan belasan pohon di tiga kecamatan dan Pos Polantas di exit tol Pungkruk Sidoharjo. Awal musim penghujan sudah tiba, saatnya seluruh warga bersiap diri. BMKG  juga merilis sejumlah daerah termasuk Sragen terjadi hujan dengan intensitas tinggi untuk beberapa hari terakhir. 

"Kita selalu melakukan sosialisasi ke wilayah. Apabila cuaca tidak memungkinkan atau perubahan cuaca drastis artinya sudah ditengarai pengalaman warga untuk waspada dan mengambil sikap menyelamatkan diri dan keluarga," jelasnya Kamis (22/10/2020). 

BPBD juga melakukan tindakan pengurangan risiko bencana (PRB) dengan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang membahayakan. Meminta warga tidak berteduh di bawah pohon saat hujan dan menyiapkan segala kebutuhan menghadapi musim penghujan kali ini. 

"Termasuk pengurangan risiko bencana, pohon-pohon yang terutama di sepanjang jalan kita adakan operasi bersama untuk PRB," tandasnya.

Sementara untuk bencana banjir diakui Sugiyanto memang masih cukup jauh karena baru awal musim penghujan. Bahkan hujan belum merata di semua wilayah. Malah dropping air bersih masih dilakukan BPBD untuk 7 kecamatan yang terdampak kekeringan tahun ini. 

Namun demikian ada beberapa hal yang perlu diwaspadai terutama bagi mereka yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo  dan anak anak sungainya Garuda, dan Mungkung. "Luapan air bisa saja terjadi sewaktu waktu dan masyarakat wajib waspada," pintanya.

Dihubungi terpisah SAR Pengamanan Ormas Lingkungan Desa (Poldes) Sragen Bambang Sugianto menunggu koordinasi dengan BPBD dalam melakukan PRB. Namun Poldes sendiri setiap sosialisasi menyampaikan kepada masyarakat akan waspada datangnya musim pancaroba. 

"Seperti hujan pertama kemarin di Sidoarjo langsung angin besar. Lha ini kita selalu sampaikan kepada masyarakat, terkait pemangkasan pohon dekat rumah dekat jaringan listrik," jelasnya kepada wartawan.

Tak hanya itu saluran air juga menjadi prioritas kesiapsiagaan masyarakat. Sebab saat musim kemarau banyak dijumpai sampah di selokan, kalau tidak dibersihkan akan jadi banjir. "Ini harusnya kesadaran masyarakat tumbuh untuk mengantisipasi bencana yang bisa terjadi saat datang musim penghujan."

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00