Menolak Dirazia, Terjadi Adu Mulut Antara Pengendara Mobil dan Petugas

Warga terjaring razia sempat adu mulut dengan petugas satgas covid solo

KBRN, Surakarta : Merasa pengap di dalam mobil sejumlah pengendara sempat adu mulut dengan petugas saat tertangkap razia masker . Hal tersebut terjadi ketika digelar razia gabungan Pemkot Solo dan TNI POLRI di simpang empat depan Singosaren Plaza Solo, Kamis (24/9/2020 ).

Salah seorang pelanggar asal Ngemplak Bibis Solo,  Ferdian bersikukuh menolak dirazia karena berada di dalam mobil sendiri. Ia justru mempertanyakan alasan tetap dianggap melanggar protokol kesehatan, padahal tidak membawa penumpang. Menurutnya digelar razia masker malah mengganggu perjalanan pengendara.

 “ Kalau mobil jangan lah kalau kita sendirian mosok ditangkep. Aku sih ga masalah kalau kita mau ditangkap apa enggak. Tapi ya ini kita di mobil sendiri malah kena razia, Mengganggu perjalanan kita.  Seandainya kita bawa penumpang ok lah. Kalau saya bawa penumpang pasti selalu bawa masker,” ungkap Ferdian kepada RRI.

Dikonfirmasi terpisah anggota Babinsa Koramil 03 Serengan Kodim 0735 Surakarta, yang bertugas di Kalurahan Kemlayan, Rumbawa menjelaskan, Razia selain untuk memberikan sangsi kepada pelanggar juga memberikan edukasi pentingnya menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker. Sehingga bagi pengendara roda dua maupun mobil tetap harus  menggunakan masker meski berada dalam mobil sendirian.

“ Dari pihak pemkot dan TNI POLRI memberikan pengertian atau edukasi bahwa untuk memakai masker dimana-pun tempat dalam mobil, sepeda motor tetap memakai masker. Masyarakat yang menolak tadi berasumsi dia didalam mobil tidak perlu memakai masker kerean dia sendiri,” jelas Rumbawa.

Dalam Razia ke 9 di Solo masih menjaring puluhan pelanggar yang  diberi sanksi menyanyikan lagu Garuda Pancasila dan lagu Indonesia Raya.  Selain Razia  yang dilakukan di dua titik di simpang empat Singosaren Plaza dan jalan Veteran Solo, juga  diwarnai pembagian masker dari Tim Siaga Bencana. (Wiwid)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00