Kekeringan Landa Sragen Utara, Ambil Air Jalan 1 KM

KBRN, Sragen: Sejumlah wilayah di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah mulai mengalami krisis air bersih. Bencana alam tahunan di musim kemarau ini mulai dirasakan oleh sejumlah warga di utara Bengawan Solo sejak dua bulan terakhir. 

Wilayah yang mengalami kekeringan diantaranya Desa Gilirejo Lama, Desa Ngargotirto Kecamatan Miri. Kemudian Desa Ngrombo Kecamatan Tangen termasuk di beberapa desa Kecamatan Gesi dan Jenar. 

Salah seorang warga Dukuh Kowang, Desa Ngargotirto, Wito Suwarno Marmidi mengaku, sudah dua bulan terakhir mengalami kesulitan air bersih. Warga harus mengambil air di sumber yang lokasinya lebih dari 1 KM dekat sungai. "Itupun airnya tak layak konsumsi. Kadang antre dulu," ucap Wito kepada wartawan, Minggu (13/9/2020). 

Kondisi mata air yang ada tidak mencukupi untuk kebutuhan sekitar 150 jiwa warga setempat. Warga harus membeli air untuk kapasitas 1000 liter seharga Rp 60 ribu. Jika keluarga besar hanya bisa mencukupi kebutuhan dua hari.

"Kadang gak cukup, untuk mencukupi kebutuhan air ya beli satu tandon Rp 60 ribu kapasitas 1000 liter.  Kalau keluarganya besar ya 2-3 hari habis," sambungnya.

Sulitnya mendapatkan air bersih yang layak untuk dikomsumsi juga dikeluhkan oleh warga Ngrombo, Tangen, Sragen. Kades Ngrombo Joko Mulyono kepada Wartawan, mengungkapkan, sudah ada tiga kebayanan yang saat ini mulai mengalami kelangkaan air bersih. 

Pihak Desa juga sudah berusaha untuk membuat sumur dalam dan menggajukan bantuan untuk penangan kekeringan air bersih di wilayahnya namun tidak mencukupikebutuhan.

"Ada Ngemblak, Lingga, Ngrombo, sudah berupaya mencari sumber air maupun meminta bantuan kepada pemerintah kabupaten, karena ini musibah alam yang terjadi setiap tahun," ujarnya.

Berdasarkan data BPBD wilayah yang menjadi langanan kekeringan air bersih di Kabupaten Sragen yakni Kecamatan Miri, Sumberlawang, Mondokan, Sukodono, Gesi, Tangen dan Jenar. 

Warto (63) salah satu warga Desa Gilirejo Lama Kecamatan Miri ini juga menyampaikan sejak satu bulan ini sumber air sumur di pekarangan rumahnya tidak ada airnya. Demi mencukupi kebutuhan air sehari-hari ia harus membeli air galon. Sementara untuk kebutuhan mandi dan mencuci pakaian ia bersama keluarga mengunakan air Waduk Kedung Ombo (WKO).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00