Dampak Kejeringan Di Klaten, Belasan Desa Kekurangan Air Bersih

KBRN,Klaten: Dampak musim kemarau kini semakin dirasakan sebagian masyarakat di Kabupaten Klaten. Desa-desa yang mengalami persoalan air juga semakin bertambah  tidak hanya warga di wilayah lereng merapi Kecamatan Kemalang saja, akan tetapi juga sudah dirasakan Desa-desa yang ada dibagian selatan wilayah Kabupaten klaten.

 Kepala Bidang Kedaruratandan Logistik  Kabupaten Klaten Yuwana Haris mengungkapkan, sekarang ini warga yang sudah mengalami kekurangan air  bersih sebanyak 12 Desa yang berada di lima Kecamatan. Kelima wilayah yang sudah dilakukan droping air bersih tersebut Kecamatan kemalang di Lima desa, Jatinom dua Desa dan Kecamatan Karangnongko satu Desa.

Sedangkan dua Kecamatan yang berada diwilayah bagian selatan yakni Kecamatan Trucuk satu desa dan Kecamatan Bayat  dua Desa.

 "Kekeringan di Kabupaten Klaten di 12 Desa di lima Kecamatan yang membutuhkanbantuan droping air bersih dari BPBD kabupaten Klaten,"  ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten Yuwana Haris, Jumat (11/9/2020).

Ditambahkan, cadangan air bersih BPBD Kabupaten Klaten untuk  masa darurat kekeringan  sebanyak seribu tengki, baru didistribusikan 339 tengki. Sehingga masih mencukupi hingga masa darurat berkahir 30 November mendatang.

Sedangkan salah seorang warga Desa Tlogowatu Lagiman kepada RRI mengatakan, pihaknya sudah membeli air untuk kebutuhan sehari –hari. Di wilayah  itu harga pertengki berkisar 140 ribu dengN kapasitas 5000 liter.

"Sudah pak, saya sudah membeli dua kali, harganya ada dua versi  untukyang lima ribu liter harganya 140 ribu dan 7500 liter  harganya 180 ribu," kata Lagiman.

Dikatakan, setiap tengki dapat digunakan antara sepuluh sampai 15 hari, namun jika mempunyai  ternak lebih banyak maka kebutuhan air bersih juga semakin banyak pula.  (Desk: Arga)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00