Secercah Harapan Relawan di HUT 75 Tahun RRI, Edukasi Masyarakat Tak Buang Sampah ke Sungai

KBRN, Surakarta: Tanggal 11 September Radio Republik Indonesia (RRI) berusia 75 tahun. RRI memposisikan diri sebagai media informasi dalam hal kebencanaan. Mulai dari edukasi kepada masyarakat tentang mitigasi bencana, sampai saat ada bencana alam ataupun non alam akan memberikan informasi yang sebenar-benarnya.

Slogan RRI sebagai radio tanggap bencana mendapat support dari berbagai kalangan termasuk para relawan yang menjadi garda terdepan manakala bencana berlangsung. Ketua Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Kelurahan Sewu Solo Budi Utomo mengapresiasi RRI sebagai Raido Tanggap Bencana.

Menurutnya hal terpenting soal kebencanaan sebenarnya mitigasi. Masyarakat harus diberikan pemahaman betul dan dapat merubah kebiasaan buruk hingga membentuk karakter. Misalnya saja soal bahaya banjir, masyarakat paham tentang dampak membuang sampah ke sungai.

"Harapan kami RRI sebagai Radio Tanggap Bencana tidak henti-hentinya mengedukasi masyarakat agar selalu waspada ancaman bencana di sekitar kita, salah salahsatunya menjaga kebersihan sungai," pinta Budi Sibat, sapaan akrabnya, Senin (7/8/2020).

Sedangkan salah seorang relawan yang juga pengamat sungai Tafif Joko Susilo mengaku prihatin dengan kondisi sungai di Solo. Pihaknya berharap RRI Sebagai Radio Tanggap bencana menyampaikan pesan terus-menerus kepada masyarakat agar menjaga kelestarian lingkungan.

"Kepada RRI tidak henti-hentinya mengedukasi masyarakat agar cinta lingkungan tidak membuang sampah ke sungai dan membuang popok ke sungai. Mari kita kembalikan sungai sebagai sumber penghidupan kita," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00