Pamsimas Mengering, Warga Sragen Mulai Beli Air Bersih, 250 Ribu Pertangki

Foto Ilustrasi: Warga berebut air bersih saat bantuan dropping air bersih tiba di daerah rawan kekeringan. Dok RRI

KBRN,Sragen: Kekeringan sudah terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Sragen. Terutama di utara Sungai Bengawan Solo, karena sumber air telah mengering.

Bahkan dilaporkan ada sejumlah Pamsimas bantuan pemerintah yang sudah tak ada airnya dan puluhan Kepala Keluarga (KK) mulai membeli air bersih.

Informasi yang dihimpun RRI ada tujuh Pamsimas yang sudah tidak bisa mengeluarkan air. Di antaranya Desa Banyuurip dan Desa Jenar kecamatan Jenar.

Kemudian Desa Katelan, Desa Dukuh dan Galeh Kecamatan Tangen serta Desa Poleng dan Srawung Kecamatan Gesi. Mengeringnya sumber air bersih ini terjadi sejak beberapa bulan yang lalu, awal musim kemarau.

Divisi Hukum Forum Masyarakat Sragen (Formas) Sri Wahono dikonfirmasi RRI mengatakan, warga harus membeli air bersih satu tanki Rp 250 ribu atau mengandalkan droping air bersih. Diakui Tokoh Masyarakat Kecamatan Tangen itu, warga sebenarnya malu, setiap tahun selalu dilanda kekeringan dan menjadi tempat baksos droping air bersih.

"Masyarakat itu betul-betul sudah bosen didropping air. Karena malu setiap tahun mendapatkan langanan droping air," beber Sri Wahono kepada RRI, Sabtu (29/8/2020).

Warga menuntut pemerintah membuat jaringan PDAM sampai ke daerah rawan kekeringan agar tidak lagi terjadi krisis air bersih. "Lha yang diinginkan pemerintah membuat sumur dalam yang bisa memberikan suplai kepada masyarakat meskipun bayar," Tandas Wahono.

Terpisah Kepala Pelaksana BPBD Sragen Sugeng Priyono kepada RRI menyampaikan, sebenarnya musim kemarau tahun ini tidak separah tahun 2019 lalu, mengingat masih ada kiriman hujan. Puncak kemarau tahun ini diprediksi akan terjadi pada bulan September-Oktober. Namun pihaknya saat ini sudah mulai melakukan dropping air bersih di beberapa wilayah.

"Ini angka yang berbeda dari tahun 2019. Satu bulan awal sudah 1000 tangki. Alhamdulillah ini diuntungkan dengan cuaca masih ada hujan istilah kami kemarau basah. Sampai hari ini sudah 124 tangki," beber Sugeng.

Terkait masalah jaringan PDAM menurut Sugeng Priyono ini menjadi tanggung jawab lintas intansi. Sementara pihaknya hanya sebagai penanggungjawab dalam masalah bencana kekeringan. BPBD sudah membentuk tim yang terdiri dari BPBD, PMI, PDAM dan Relawan.

"Di Sragen ini bikin tim kekeringan yang siap melakukan dropping air bersih. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kebutuhan air bersih."

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00