Kembali Rapid Test Warga Pasar, DKK Solo Temukan 14 Orang Reaktif

Petugas Kesehatan mengambil sampel darah dalam Rapid Test Pedagang Pasar.

KBRN, Surakarta: Dinas Kesehatan Kota (DKK) Pemkot Surakarta kembali melakukan rapid tes terhadap pengunjung dan pedagang pasar tradisional di Kota Solo. Tes itu dilakukan persis  sepekan setelah Lebaran, Sabtu (30/5/2020).

Tiga pasar yang disasar yakni Pasar Gede Harjonagoro, Pasar Kadipolo dan Pasar Legi, Solo. Hasilnya sejumlah 14 orang dari seratusan sampel yang diambil dinyatakan reaktif rapid tes.

"Dari ketiga ketiga pasar tersebut ada pedagang dan pengunjung yang reaktif," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta dr Siti Wahyuningsih.

Dia mengatakan, dari rapid test secara acak yang dilakukan di pasar, ditemukan ada 14 orang reakif. Meliputi lima orang dari Pasar Gede, enam orang dari Pasar Kadipolo dan tiga orang dari Pasar Legi. 

"Mereka yang ditemukan reaktif ini sebagian besar adalah pedagang, namun ada pula juru parkir dan pembeli," sambungnya.

Lanjutnya, ia meminta yang diambil sampel mayoritas pedagang, dan ternyata benar, di Pasar Kadipolo dari 20 sampel yang periksa ada enam orang yang ditemukan reaktif. dr Ning menegaskan, rapid tes sendiri diambil untuk pasar yang ramai pengunjung saat prepekan Lebaran.

”Untuk rapid tes hari ini,pasar tradisional yang kita ambil yang ramai itu kita ambil momen seminggu setelah lebaran. Harapanya kalau sudah ada terpapar saat lebaran kita sudah bisa mendeteksi. Ternyata iya di ketiga tempat itu reaktif semua,”ucap Siti Wahyuningsih.

Selanjutnya DKK Solo akan melakukan swab pada orang yang hasilnya reaktif. Namun diperkirakan swab paling cepat dilaksanakan Selasa pekan depan. 

Dengan ditemukannya sampel reaktif di pasar, Pemkot Surakarta akan memperluas lagi sasaran rapid test. Selanjutnya pasar modern dan pusat perbelanjaan yang akan disasar oleh DKK Solo. 

Pasca ditemukan hasil reaktif di pasar, DKK akan memperketat protokol kesehatan di seluruh pasar tradisional. Pasalnya banyak interaksi di pasar tradisional yang mengabaikan protokol kesehatan. Seperti masih banyak yang berkerumun. "Bahkan ada yang abai dengan tidak pakai masker," ucap Ning.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00