Belum Pikirkan New Normal, Boyolali Akan Perpanjang Darurat Covid-19

Sekda Boyolali Masruri memberikan keterangan pers terkait kesiapan new normal.

KBRN, Boyolali: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali belum akan melakukan persiapan melakukan New Normal, seperti yang digaungkan Pemerintah Pusat  Karena masih terdapat puluhan orang yang dirawat karena kasus virus Korona.

Menurut sekda kabupaten Boyolali Masruri, status masih tanggap darurat, maka perlakuan masih menerapkan protokol kesehatan. "New normalnya kalau sudah pasti baru kita siapkan," ungkapnya Rabu (27/5/2020). Bahkan, pihaknya  bakal memperpanjang masa status tanggap darurat Covid-19.

Untuk diketahui, akhir masa tanggap darurat Covid-19 di Boyolali bakal berakhir 31 Mei 2020. Rencananya perpanjangan status tanggap darurat Covid-19 ini selama 1 bulan. Bulan berikutnya dilakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum situasi Boyolali dinormalkan.

"Dua hari ini kita kaji dulu. Hari Jumat mungkin SK (Surat keputusan) bupati (tentang tanggap darurat) kita terbitkan,” ungkap Sekda Masruri.

Menurut Sekda, kesehatan Masyarakat sangat penting. Sehingga jika kasus Covid-19 di Boyolali masih ada, dinilai rentan terhadap penularan virus Korona. Karenanya, untuk sementara ini aktifitas masyarakat masih dibatasi.

Termasuk dibidang pendidikan dan aktifitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Boyolali. "Sebagian ASN Masih WFH (Work from Home). Pegawai-pegawai kalau dirumah tidak bersinggungan dengan teman-temannya mungkin ya kesehatannya lebih terjamin," bebernya.

Meskipun sebagian ASN berkerja dari rumah namun tak berpengaruh terhadap capaian kinerja ASN tersebut. Hanya pendapatan daerah dari sektor dan retribusi turun sekitar 20-30 persen. "PAD kita 370 miliar. Atau bisa turun 50 miliaran," ucapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00