14 Tahun Gempa Bumi Klaten-Jogja, Masyarakat Masih Trauma

Masyarakat dan relawan mengikuti peringatan 14 tahun Bencana Gempa Bumi di Klaten.
Monumen Lindu Gede di Klaten.

KBRN,Klaten: Gempa bumi yang terjadi di wilayah Yogyakarta  dan Jawa Tengah termasuk Kabupaten Klaten tanggal 27 Mei 2006 masih menyisakan keprihatinan semua pihak, termasuk korban bencana dahsyat tersebut. 

Gempa bumi yang terjadi pada pukul 05.55 WIB, dengan kekuatan 5,9 Skala Richter itu telah mengakibatkan ribuan orang meninggal dunia dan bangunan rusak.

Walaupun peritiwa terebut sudah berlangsung 14 tahun silam, namun sampai saat ini rasa trauma masih dirasakan para korban gempa di Klaten. Meskipun hanya gempa kecil warga masih merasa ketakutan. 

"Saat itu hampir 70 persen rumah penduduk roboh dan sejumlah orang meninggal dunia. Sampai saat ini masih trauma jika terjadi gempa warga masih merasa takut," ungkap tokoh masyarakat Desa Sengon Prambanan Klaten Sukardi (50) kepada RRI selesai melakukan doa bersama di Monumen Lindu Gede di Desa Sengon hari Rabu (27/5/2020).

Perasaan yang sama juga diungkapkan warga korban gempa lainnya Saptono Budiono (40) warga Kebondalem Kidul Prambanan klaten. Ia mengaku saat peristiwa gempa bumi berada di dalam rumah dan beruntung selamat.

"Sejumlah warga disekitar rumah saya tertimpa bangunan maupun matrial rumah. Disekitar saya 90 persen rumah penduduk roboh dan yang meninggal saat itu sebanyak dua orang," kata dia 

Sementara untuk mengenang kembali peristiwa tersebut di Monumen Lindu Gede yang dibangun pada tahun 2007 itu dilaksanakan doa bersama yang dilakukan para relawan Klaten yang dihadiri pula Dandim Klaten Letkol Minarso. Kegaitan lainnya yang dilakukan para relawan dengan membersihkan di sekitar monumen Lindu Gede.

"Doa dan renungan ini bukan untuk  menggugah kembali trauma yang pernah terjadi, akan tetapi sebagai bentuk untuk mengingatkan bersama kita ini tinggal dikawasan rawan bencana," tandas salah seorang relawan Arif. Adam Sutanto

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00