Puluhan Pengunjung dan Karyawan Swalayan Jalani Rapid Test Massal

KBRN, Karanganyar: Puluhan karyawan dan pengunjung swalayan amigo dan mitra Karanganyar mengikuti rapid test massal yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Rabu, (27/5/20).

Pantauan RRI di swalayan Amigo, para karyawan maupun pengunjung secara tertib mengikuti tes swab satu persatu. Mereka berbaris sesuai urutan dengan jarak yang diatur petugas kesehatan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar Purwanti menjelaskan penyelenggaraan rapid test masal kali ini difokuskan kepada petugas kasir di 2 swalayan tersebut, 

"Ya ini rapid test massal, kalo yang di swalayan itu kita fokuskan karyawan kasir,kerna sering kontak dengan uang," bebernya.

Purwanti mengatakan pelaksanaan rapid test masal tersebut merupakan langkah pemerintah karanganyar untuk melacak secara agresif penyebaran virus covid-19 melalui sample di berbagai titik keramaian.

"Rapid test masal ini untuk pelacakan agresif penyebaran covid-19, disamping tracking yang dari pasien atau klaster," jelasnyanya.

Lanjut, Purwanti pelaksanaan rapid test masal sebelumnya juga sudah dilakukan yang menyasar pusat perbelanjaan dan pasar tradisional. terdapat 223 sample acak yang sudah mengikuti test pada 22 dan 23 Mei lalu dengan hasil seluruhnya non reaktif.

"Yang rapid tes masal pelacakan agresiv ini, sudah dilakukan pada 22, 23 mei, sekarang lagi, ada 223 peserta hasilnya non reaktif semua," jelasnya.

Pihaknya menargetkan 500 sample dalam rapid test massal kali ini dengan menyasar lokasi keramaian meski saat ini tidak terdapat tambahan kasus positif Covid-19 di Karanganyar. 

"Kita targetkan 500 peserta rapit test, ya walaupun sekarang ini pasien positif 0, kita antisipasi dengan rapid test," terangnya.

Sementara itu, pemimpin toko swalayan Amigo Karanganyar Agus Dwi Haryanto mengatakan semenjak munculnya virus covid-19, pihaknya telah menerapkan protokol kesehatan untuk kenyamanan pengunjung.

"Ya kalo kami, sebelum pengunjung masuk, kita suruh cucui tangan, lalu di cek pakek suhu dan di kasih handsenitizer, setiap 1 jam sekali kita semprot desinfektan, sama kita punya alat sterilisasi uang," bebernya.

Disisi lain, untuk meminimalisir kerumunan, pihaknya juga memisahkan alur keluar masuk bagi pengunjung swalayan sehingga meminimalisir kontak. 

"Kita juga bedakan jalur masuk dan jalur keluar pengunjung swalayan, ya untuk penerapan protokoler kesehatan," paparnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00