Berbekal Uang 5 Ribu, Warga Ini Nekat Mudik ke Boyolali

KBRN,Boyolali: Lilik Sugiarto 60 tahun terpaksa harus mudik dar Jakarta ke rumah istrinya di Desa Temon Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali awal Mei dengan jalan kaki. Lilik Sugiarto merupakan salah satu dari 9 korban penipuan kerja di salah satu PT pendirian Tower.  

Lilik Sugiarto warga Medan ini menikahi Sukamsih 40 tahun warga desa Temon sekitar 1.5 tahun. Dia di Jakarta hampir dua bulan tidak menerima gaji. Mandor yang membawa hak gajinya melarikan diri.

Akhirnya setelah tidak punya bekal hidup lagi di Jakarta nekat pulang ke Boyolali dengan bekal uang Rp 5 ribu. "Setelah semalam jalan kaki akhirnya dapat tumpangan truk sampai Cirebon," ucapnya kepada RRI, Selasa (26/5/2020).

Selanjutnya dapat tumpangan truk lagi sampai Semarang.. Ia mengaku sampai di Semarang dikasih uang olehsalah seorang sopir truk Rp 100 ribu untuk naik bus ke Boyolali.

"Naik bus turun pertigaan Bangak. Setelah jalan kaki dapat tumpangan bus karyawan sampai Simo. Lalu jalan kaki lagi sampai rumah di Desa Temon,"  pengakuan Lilik.

Lilik Sugiarto selanjutnya melakukan karantina mandiri  14 hari dan dinyatakan lolos kesehatan. Dia akhirnya bisa menikmati lebaran di Kampung Halaman sang Istri di Boyolali.

Kepala Desa Temon H.Triyanto mengaku paham dengan kondisi Lilik Sugiarto. Memang ada larangan mudik oleh Pemerintah. "Tetapi apa yang menimpa Lilik Sugirto sangat menyedihkan. Sehingga harus melanggar anjuran pemerintah larangan mudik," katanya.

Saat ini yang bisa dilakukan pihak Desa meminta Lilik Sugiarto pindah KTP dan KK ke Desa Temon. Sehingga bisa diusulkan mendapatkan bantuan dari Pemerintah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00