Rapid Test Akan Sasar Pedagang Pasar dan Mall

Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo dan ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo Ahyani.jpg

KBRN,Surakarta: Rapid test akan dilaksanakan di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan Kota Solo dalam waktu dekat. Rapid test dilakukan menyikapi ramainya mall dan pasar tradisional dua pekan terakhir ini.

Disamping itu, salah satu hasil tracing riwayat bepergian pasien terkonfirmasi positif diketahui mereka sempat mengunjungi pasar.  Demikian disampaikan Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani saat jumpa pers di Balaikota Senin (18/5/2020).

Ahyani menyampaikan, rapid test juga sudah dilakukan pada pekan lalu. Pedagang pasar yang diketahui ramai dikunjungi pembeli menjadi sasaran, selain, sampel pedagang lain yang diambil secara acak. 

"Kami yakin aktivitas pedagang pasar ada yang melanggar protokol kesehatan pencegahan persebaran Covid-19, terutama kios-kios yang padat,” katanya.

Sejumlah pasar yang disasar dalam rapid test itu, di antaranya Pasar Harjodaksino, Pasar Legi, Pasar Gede, dan Pasar Kadipolo. Lanjutnya, Rapid test di pasar tradisional menyasar mereka yang berkontak dengan pasien terkonfirmasi positif, maupun pedagang dengan resiko tinggi karena sering berinteraksi dengan banyak pembeli.

Wali Kota FX Hadi Rudyatmo, mengatakan pasar, pusat perbelanjaan, dan minimarket menjadi sasaran lantaran peningkatan aktivitas di pekan-pekan terakhir bulan puasa. Ia mengaku tak ingin kecolongan seperti kejadian di Indogrosir Sleman.

"Lha iya kok tidak pada kapok. Nanti pedagang kita tes ya semoga hasilnya negatif," kata Walikota.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta, Siti Wahyuningsih, mengatakan pengambilan sampel pedagang di setiap pasar sekitar belasan hingga puluhan. Sejauh ini, hasil rapid test seluruh pedagang menunjukkan hasil non reaktif.

Menurutnya alat rapid test yang digunakan disuplai dari pusat melalui provinsi, namun sebagian pengadaan sendiri. "Nanti kalau pesanan alat tersebut sudah datang, kami akan mengambil sampel pedagang lagi dan tes ulang," ujar Ning. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00