Satu Warga Joyontakan Positif Corona, 90 Keluarga Isolasi Mandiri

KBRN, Surakarta: Sebanyak 90 keluarga dari 2 RT ri Keluarahan Joyontakan, Kecamatan Serengan, Surakarta, menjalani karantian mandiri di rumah masing-masing, setelah salah satu warga setempat dinyatakan positif vocid-19.

Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo menjelaskan tindakan tegas pemkot untuk meminta warga melakukan karantina mandiri, untuk antisipasi terjadinya penyebaran. Disisi lain, setelah dilakukan pengecekan kesehatan oleh tim medis di wilayah sekitar, ditemukan 7 orang warga reaktif covid-19 dan berstatus PDP.

"Ya, ada karantina wilayah di Joyontakan, 2 RT, ini merupakan salah satu upaya untuk memutus penyebaran virus corona, karena di sana yang taraweh kemarin di swab positif satu dan 7 orang reaktif, lalu dibawa ke rumah sakit Bung Karno, swabnya belum keluar," jelas Walikota kepada wartawan, Minggu, (17/5/20).

Rudy, sapaan akrab orang nomer satu di kota bengawan itu, mengatakan, tidak terdapat penolakan dari warga perihal penerapan karantina mandiri, pihaknya telah memberikan pengertian bahwa karantina mandiri merupakan salah satu bentuk pencegahan penyebaran virus Covid-19 atau sering disebut Corona.

"Ow, ndak ada, mereka sudah tau, bukan mau mengekang hak warga, namun kita tetep berusaha semaksimal mungkin agar penyebaran virus corona di solo ini semakin terkendali," jelasnya.

Walikota mengatakan pihaknya juga menjamin selama karantina mandiri, kebutuhan logistik akan dipenuhi pemerintah Kota Surakarta. 

"Lha, karantina wilayah 2 RT ini, supaya masyarakat tidak keluar dan tidak ada yang masuk, semua keperluan logistik nanti dicukupi, termasuk untuk petugas jaganya," bebernya.

Lebih lanjut, Rudy menjelaskan, terdapat 5 jalur masuk ke wilayah 2 RT tersebut yang dijaga ketat pihak keamanan baik dari TNI/Polri, Ormas, maupun masyarakat sekitar. hal ini untuk menekan aktivitas keluar masuk warga sekitar maupun masyarakat luar wilayah kelurahan Joyontakan selama karantina mandiri.

"Disana nanti ada 5 pintu dijaga kaluar masuk orang, nha selama 14 hari kedepan, mudah-mudahan virus corona ini sudah tidak muncul disana," ungkapnya.

Adapun jumlah kasus positif korona di Solo per Minggu 17 Mei 2020  menjadi 29 kasus dengan rincian 17 pasien dinyatakan sembuh, 8 pasien masih dirawat dan 4 pasien meninggal dunia. sementara kasus PDP sebanyak 167 dan orang dalam pemantauan (OPD) tercatat 560 orang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00