FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Gedung A FKIP UNS Solo Terbakar Saat Ada Ujian PPG

Asap tebal keluar dari dal gedung A FKIP UNS Solo, petugas pemadam kebakaran Kota Solo sigap memadamkan api. Dok tangkapan layar video Viral gedung UNS Solo terbakar

KBRN, Surakarta: Ruang sidang 1 Gedung A lantai satu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo terbakar Kamis (7/7/2022) pagi. Sejumlah 13 unit Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Solo dikerahkan untuk memadamkan si jago merah.

Peristiwa tersebut tidak memakan korban jiwa atau kerugian material yang besar. Namun isi gedung ruang rapat berupa panggung dan karpet serta furniture lainnya ludes terbakar.

Sejumlah 13 unit Mobil Damkar dikerahkan untuk memadamkan si jago merah. Api berhasil di padamkan dalam waktu 30 menit.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun RRI kebakaran terjadi sekitar pukul 08.00 WIB di bagian ruang sidang atau ruang rapat satu yang disitu ada panggung dan karpet. Saksi Dekan FKIP Mardiyana saat di konfirmasi mengaku melihat asap tebal keluar dari gedung 1.

Ketika itu dirinya sedang mengecek pelaksanaan ujian online Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kondisi ruangan tertutup di lantai satu dan lantai dua di mana ruang itu merupakan laboratorium.

“Saya teriak, semua yang ada di ruang keluar, asap tebal menuju lantau dua, di situ ada yang memecah kaca,” jelasnya.

Rektor UNS Solo Prof Jamal Wiwoho mengaku gedung A FKIP UNS biasa di gunakan untuk ujian skripsi, dan meeting. Adapun ruangan yang terbakar tersebut baru di gunakan untuk kegiatan rapat ujian PPG sejumlah 400 peserta.

"Di situ hanya digunakan untuk pengawasan karena peserta online sebanyak 56 orang. Kalau pengawas berada di lokasi. Oleh karena itu pelaksanaan ujian PPG kami pindah ke ruang TIK. Di TIK ya tidak masalah,”  jelasnya.

Menurut Jamal, ujian PPG sesi satu itu ditunda di geser waktunya. Sedangkan sesi dua tetap dilaksanakan. 

Kapolsek Jebres Kompol Suharmono mengatakan kebakaran tersebut ada Dugaan karena konsleting dari peralatan elektronik seperti komputer dan audio sound system.  

"Peralatan ini sebelumnya di gunakan untuk rapat ujian guru-guru melalui daring,” ungkap kapolsek Jebres. Fatimah 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar