FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Tergerus Banjir Jembatan Jl Jambangan-Sragen Ambrol, Dua Warga Jadi Korban

KBRN, Sragen: Hujan deras yang terjadi di wilayah Kabupaten Sragen pada Kamis (27/1/2022) malam mengakibatkan jembatan Makam di ruas jalan Jambangan-Sragen ambrol pada Jumat (28/1) dini hari.

Tidak hanya memutus akses warga Dukuh Mlokolegi Desa Celep, ambrolnya jembatan itu juga mengakibatkan dua korban luka-luka, yakni warga yang hendak ke pasar terperosok ke sungai.

Informasi yang dihimpun RRI menyebutkan jembatan di sungai Mlokolegi itu ambrol sekitar pukul 02.30 WIB. Ambrolnya jembatan yang dibangun tahun 1984 itu selain memang sudah termakan usia, juga disebabkan pondasi tergerus banjir. 

Saat wilayah Sragen diguyur hujan deras yang cukup lama Kamis  (27/1) malam meningkatkan aliran sungai hingga mengikis pondasi.

"Ambrol jam setengah tiga dini hari. Itu kena arus hujan deras pondasinya longsor," ungkap Sumin Marto Suwarno warga setempat. 

Dia menuturkan, dampak dari ambrolnya jembatan itu, saat ini akses menuju Dukuh Mlokolegi Desa Celep Kecamatan Kedawung putus total. Warga harus memutar kurang lebih 3 KM saat hendak ke luar wilayah.

"Untuk kendaraan harus mutar lewat desa. Korban ada dua orang kecelakaan patah tulang. Orang mau ke pasar lewat kan belum tahu, kejebur, sungai" jelasnya.

Sementara itu Ketua Komisi III DPRD Sragen Sugiyarto mengatakan jembatan yang ambrol merupakan akses vital warga Desa Celep yang akan menuju kota. Oleh sebab itu Pemkab Sragen harus membangun ulang jembatan itu dengan anggaran tak terduga karena ambrolnya jembatan ini termasuk bencana alam. 

Menurut Politisi PDIP itu, sebenarnya sudah diusulkan revitalisasi jembatan tersebut pada tahun anggaran 2023 namun belum terlaksana sudah ambrol.

"Saya usulkan untuk direhab 2023 ternyata malah keduluan ambrol. Ini jalan kabupaten. Diupayakan pakai dana tak terduga (renovasi-red) dana bencana alam ini kan masuk bencana alam. Saya telpon sekda baru koordinasi dengan PUPR. Ini akses utama Kedawung ke Kota," jelasnya.

Kepala Desa Celep Agus Woyo mengatakan ambrolnya jembatan Makam ini membawa dua korban yang hendak pergi ke Pasar. Yakni Sunanti (54) Pedagang asal Dukuh Sumberejo Desa Wonorejo mengalami patah kaki dan Fajar Yayan Mahardika (26) asal Dukuh Kajen Desa Celep mengalami luka ringan. 

"Jadi kedua warga tersebut hendak ke pasar untuk berdagang, namun naas saat melintas jembatan belum ada tanda pemberitahuan jika jembatan putus sehingga keduanya terjun bebas ke sungai." MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar