FOKUS: #TANGGAP BENCANA ALAM

UNS Simulasi Pemadaman Karhutla Gunung Bromo

KBRN, Karanganyar: Sebagai upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Unit Pengelola Teknis Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan (UPT PPK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan simulasi pemadaman kebakaran hutan (Karhutla). Kegiatan ini berlangsung di di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK Gunung Bromo UNS, Jumat (17/9/2021).

Kegiatan ini dilakukan seusai peluncuran Masyarakat Peduli APi (MPA) Singo Serang. Simulasi ini diikuti oleh masyarakat setempat yang tergabung dalam MPA, Dinas Kehutanan Wilayah X Surakarta, Perum Perhutani Surakarta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Karanganyar dan Surakarta. 

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UNS, yaitu Pramuka, Resimen Mahasiswa (Menwa)

Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh Wakil Rektor Riset dan Inovasi UNS, Prof. Kuncoro Diharjo.

Prof. Kuncoro menyampaikan bahwa simulasi ini memang dibuat secara natural agar mengetahui respons dari masyarakat dan peserta undangan seperti apa. 

“Jadi, tadi kita engga ngasih tau kalau mau ada simulasi. Yang tau cuma beberapa saja. Tujuannya supaya kita bisa melihat responsnya seperti apa ketika terjadi kebakaran. Bahkan, beberapa security di sini juga engga tau,” kata Prof. Kuncoro.

Simulasi ini menggunakan ban bekas yang dibakar di sebuah bangunan kosong di tengah hutan. Kemudian, setelah memperoleh informasi mengetahui kejadian tersebut, Ia mencari bantuan ke penduduk sekitar. Setelah itu, dilakukan proses pemadaman dengan membawa air dan selang menuju lokasi terjadinya kebakaran.

Kemudian, dalam simulasi ini juga mengerahkan beberapa mobil  pemadam kebakaran dari Damkar Surakarta dan Karanganyar serta ambulans. Hal ini agar simulasi ini memang terjadi seperti kejadian lapangan secara real.

“Perjalanan dari Damkar Surakarta dan Karanganyar juga dihitung agar kita tau kira-kira estimasinya berapa menit sampai ke sini. Hal ini karena yang terdekat kan cuma Solo dan Karanganyar,” imbuhnya.

Dalam simulasi ini, masyarakat menjadi tau bagaimana cara memadamkan api ketika terjadi Karhutla baik menggunakan air, alat pemadam api ringan (apar), maupun tangki air atau selang air. Setelah simulasi selesai, dilakukan evaluasi kegiatan. 

Melalui simulasi ini, diharapkan masyarakat menjadi lebih tanggap dan apabila terjadi Karhutla dapat dipadamkan secara mandiri sembari menunggu petugas pemadam kebakaran. Humas UNS/MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00