Ini Skenario Klaten, Jika Kasus Covid Terus Meningkat

KBRN, Klaten: Pemerintah Kabupaten Klaten telah menyiapkan  berbagai  langkah atau skenario dalam upaya pencegahan covid-19. Langkah tersebut dilakukan menyikapi kasus kasus covid di Kabupaten Klaten dalam beberapa hari terakhir meningkat,  meskipun Klaten masih  dalam zona orange atau resiko sedang.

Beberapa hal yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Klaten yakni akan melakukan pengetatan terkait dengan pelaksanaan hajatan, rumah  makan  harus sesuai PPKM Mikro dan pembatasan jam operasional bagi  pelaku usaha hanya  sampai  jam 21.00.

"Selain itu pasar modern tidak  buka 24 jam akan tetapi jam sembilan malam harus tutup .Pasar-pasar akan dilakukan penyemprotan desinfektan setelah  jam pasar," ungkap Bupati Klaten Sri Mulyani selesai memimpin Rapat Koordinasi dengan instansi terkait di Kompleks Pemda Klaten hari Senin (14/6/2021).

Ia mengatakan seluruh tempat obyek agar menaati pedoman peraturan yang ada. Jika dalam minggu ini kasus covid semakin kritis maka tempat wisata tersebut akan dilakukan penutupan.

"Satgas akan melakukan patroli secara masiv, " tegasnya.

Sementara tim ahli penanganan covid 19 Kabupaten Kabupaten Ronny Roekminto mengatakan akan memaksimalkan tempat isolasi mandiri yang terpusat yakni Idotel dan Panti Semedi termasuk yang dimiliki Kecamatan dan Desa. Selain  itu  akan dilakukan evaluasi terkait  dengan  wisata dan PKL.

"Akan dilakukan evaluasi dalam dua hari  ini adalah penutupan wisata pada  hari sabtu dan Minggu kemudian jam buka toko  dan PKL dibatasi, " kata Ronny Roekminto ketika dikonfirmasi wartawan.

Dia juga menyebutkan perkembangan covid di Klaten terkait  dengan Kluster Kudus ditemukan si 5 Kecamatan.  Kelima wilayah itu di Jatinom, Manisrenggo, Ceper, Kalikotes, Klaten Tengah.

Sedangkan Plt Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Klaten Suprianto menyebutkan sebelum kebijakan pembatasan diberlakukan  pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada para pedagang terlebih dahulu

(Adam Sutanto/WW)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00