Maaf! Grebeg Sekaten Kali Ini Ditiadakan

Foto caption: Abdi Dalem Keraton Surakarta mengusung gunungan jaler yang terbuat dari hasil bumi, saat upacara adat Grebeg Sekaten tahun lalu. Dok Mulato

KBRN, Surakarta: Upacara adat budaya yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa di saat pandemic covid 19 belum dapat diselenggarakan di Kota Solo. Termasuk Grebeg Sekaten Keraton Surakarta untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang sedianya dilaksanakan hari ini, Kamis (29/10/2020).

Ketua Satgas Covid 19 Kota Surakarta Ahyani, menyampaikan belum dapat memberikan izin keramaian, karena petugas sulit untuk menerapkan social distancing. Pihaknya belum dapat mengeluarkan izin pelaksanaan upacara adat budaya yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa. 

"Kalau grebeg-grebeg itu belum lah. Itu kan menimbulkan kerumunan orang," tandasnya, Rabu (28/10).

Menurut Ahyani upacara adat Grebeg selalu dikerumuni banyak orang. Apalagi ada tradisi rebutan gunungan yang tidak bisa dielakkan, sehingga membuat kegiatan itu yang tidak mungkin dilangsungkan. 

"Saat membawa gunungan prajurit keratin tertata baris dengan jaga jarak, namun saat upacara berlangsung (pengunjung) sulit diatur," tandasnya.

Bilamana rangkaian Grebeg, seperti ditabuhnya gamelan sekaten di Masjid Agung Surakarta dapat dilaksanakan secara virtual, atau live YouTube pihaknya akan mengizinkan. Meskipun mengatur penonton juga dinilai sulit, karena bercampur dengan jemaah masjid.

“Misalnya kalau sekaten itu ditabuh dan itu disiarkan secara virtual itu gak masalah. Tapi kalau gamelan ditabuh ada yang nonton gak boleh juga. Jadi nabuh di halaman masjid itu ya harus ditutup gak boleh ada yang nonton,” katanya.

Tetapi Ahyani mengaku belum menerima surat permohonan izin atau pemberitahuan sekalipun dari Keraton Surakarta terkait pelaksanaan Grebeg Sekaten. "Belum ada, sampai sekarang," ujarnya. Ahyani mengatakan, grebeg berpotensi menimbulkan kerumunan. Seandainya Keraton Surakarta meminta izin pun tidak akan diberikan. 

Pihaknya mengapresiasi Pihak Keraton Surakarta yang bijaksana tidak melaksanakan Grebeg Sekaten pada kali ini, karena berpotensi kerumunan. Seperti di Jogja Sultan Hamengku Buwono tegas meniadakan kegiatan yang menimbulkan kerumunan. "Seperti Sultan Jogja itu tegas sudah ditiadakan. Malah enak gitu sekalian," beber Sekda Surakarta itu. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00