Wayang Suket Keliling 20 Kota

KBRN, Surakarta : Komunitas Wayang Suket Indonesia 1.0 akan melakukan pentas keliling di 20 kota besar se Jawa untuk mengenalkan wayang yang terbuat dari suket pada masyarakat melalui “Workshop and Performing” mulai 26 Oktober hingga 26 Desember 2020. Mengawali kegiatan tersebut dilakukan pelepasan  dengan ditandai pemotongan suket dan tumpeng di halaman Kantor Dinas Kebudayaan kota Surakarta.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Surakarta Joko Santoso mengapresiasi kegiatan yang akan dilakukan Komunitas Wayang Suket Indonesia. Karena wayang yang terbuat dari suket merupakan salah satu warisan seni budaya Indonesia yang perlu dilestarikan dan dikenalkan pada masyarakat Sisi lain wayang suket mempunyai kontribusi sebagai media di kota Solo salah satunya menyampaikan pesan pada masyarakat dalam kehidupan sehari hari.

" Komunitas wayang suket Indonesia ini memang perlu kita bantu dan back up meskipun kemarin dana dari Kementrian Kebudayaan, tetapi tanpa rekomendasi dari Dinas Kebudayaan kota Surakarta mungkin tidak dapat bantuan. Kemarin semua komunitas pelaku seni mengajukan dana ke Kementrian Kebudayaan memang kita tanya kontribusi untuk kota Solo apa,” ungkap Kadisbud Surakarta Joko Santosa ketika dikonfirmasi wartawan usai pelepasan Workshop and Performing,  Senin (26/10/2020)

Founder Komunitas Wayang Suket Indonesia, Gaga Rizki menjelaskan, saat Workshop akan mengenalkan sejarah, filosofi, cara membuat wayang suket pada anak-anak dan akan dilanjutkan pementasan.Target pementasan memprioritaskan pada pelajar namun mengingat saat pandemi akan mencari sekolah yang masih beraktifitas belajar mengajar di sekolah.

"Kita memprioritaskan itu sekolah sebenarnya, tapi mengingat covid ini jadi kta mau mencari sekolahan yang msih buka. Dan disitu kami akan membatasi pesert workshop satu sesinya maksimal 30 orang secara gratis dan mematuhi protokol kesehatan jadi peserta diberi masker dan disediakan tempat cuci tangan,” ungkap Gaga Rizki

Wayang suket merupakan wayang yang terbuat dari suket mendong,  tidak memiliki cerita pakem Mahabarata dan Ramayana namun mengambil dari kehidupan masyarakat Indonesia.Komunitas wayang suket hanya memiliki 2 anggota, saat berkeliling untuk pentas di 20 kota  termasuk : Jakarta, Semarang dan Surabaya mereka akan mengendarai sepeda motor. ( Wiwid Widha )

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00