Masih Masa Pandemi Covid 19, Keraton Surakarta Tiadakan Grebeg Mulud dan Pasar Malam Sekaten

KBRN, Surakarta: Tata cara Pelaksanaan Tradisi Sekaten dalam memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW di tahun 2020 atau tahun Jumakir 1954 penanggalan jawa diubah Keraton Kasunanan Surakarta.

Pangageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta KGPH Dipokusumo menjelaskan perubahan itu yakni ditiadakannya festival pasar malam atau sekaten, selain itu, Prosesi Grebeg Mulud Gunungan sekaten juga diganti hanya berupa acara wilujengan atau slametan di Masjid Agung Keraton kasunanan Surakarta. Hal itu disebabkan masih berlangsungnya wabah pandemi Covid 19 di kota Surakarta.

"Dalam pelaksanaan skaten untuk tahun 2020 atau tahun jumakir 1954 Pelaksanaan sekaten ada perubahan, berkaitan  dengan adanya pandemi covid 19, yang berkaitan dengan sekatennya, kan ada maleman(pasar malam), sehubungan covid 19 ini kan juga ditiadakan, kalo gunungan pelaksanaannya saja beda," jelas Gusti Dipo saat dikonfirmasi RRI, Kamis (21/9/20).

Dikatakan Gusti Dipo sapaan akrabnya, perubahan itu atas pertimbangan adanya potensi kerumunan masa saat 2 rangkaian kegiatan itu berlangsung, sehingga muncul kebijakan keraton untuk merubah tata cara pelaksanaan Sekaten.

"Itu untuk mencegah kerumunan to, nha itu tata cara ditunda atau dihapuskan dihilangkan dulu, Tidak dilaksanakan," jelasnya.

Lanjut Gusti Dipo, meski tata cara pelaksanaan diubah namun pelaksanaan upacara peringatan tetap digelar Keraton Kasunana Surakarta, hanya saja dilakukan secara internal.

"jamasan, itu tetep dilaksanakan walaupun itu tidak mios, atau tidak dibawa ke masjid agung, Tpi tetep di bersihkan di jamasi, kegiatannya internal, dengan jumlah peserta dibatasi dan diikuti sentana dan abdi dalem keraton," jelasnya.

Lebih lanjut, Gusti Dipo mengungkapkan, perubahan teknis dalam pelaksanaan upacara sering kali terjadi, namun dalam kaitannya tidak adanya grebeg maulud baru pertama kali terjadi semenjak tradisi sekaten dilaksanakan.

"Betul, memang secara tata cara pelaksanaan terkadang mengalami perubahan, namun berkaitan tidak adanya grebeg mulud ini baru pertama kali," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani mengatakan, belum menerima surat pemberitahuan dari keraton kasusananan surakarta terkait pelaksanaan Sekaten, hanya saja secara aturan, pelaksanaan kegiatan budaya diperbolehkan asal menerapkan protokoler kesehatan.

"Kami belum menerima (surat), tapi memang untuk kegiatan budaya boleh dilaksanakan, asalkan yang menimbulkan kerumunan sebaiknya tidak dilaksanakan dulu, dan tentu harus menerapkan protokol kesehatan," ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00