Pemerintah Diharapkan Lebih memperhatikan Seniman yang Terdampak Covid-19

Seniman solo

KBRN, Surakarta : Seniman menjadi salah satu profesi yang terdampak signifikan akibat pandemi, termasuk seniman tradisional  di Kota Solo. Akibat kebijakan Work From Home ( WFH )  dan kemudian pembatasan sosial mereka menjadi  tak berpenghasilan.

 

Salah seorang seniman tari di kota Solo, Lia mengatakan,  Ia kehilangan sumber pendapatan satu-satunya selama pandemi karena tidak mendapatkan job menari. Sementara sisi lain tidak memiliki penghasilan lain di luar bidang kesenian. Seniman yang juga pelatih tari ini pun mengaku akhirnya dengan menjual beberapa barang miliknya , sebagai modal memulai bisnis makanan melalui on line untuk memperbaiki perekonomiannya. 

 

" Kalo selama pandemi ini khusus untuk memperbaiki perekonomian, saya sendiri membuka usaha makanan yang saya jual secara online. Kalau bantuan secara materiil atau uang saat ini memang lebih banyak yang membutuhkan. Namun setidaknya pemerintah tetap memperhatikan dan memberikan wadah untuk para seniman agar tetap bisa berkarya disituasi pandemi ini. Entah itu secara virtual atau live streaming itu tetap harus didukung," ungkap Lia kepada RRI, Selasa (8/9/2020 )

 

Senada, seniman tradisional pesinden atau waranggana di pegelaran klenengan dan wayang kulit, Tatik Sang Kalingga mengaku, mencoba bertahan hidup dari sisa uang tabungan yang dikumpulkan dari hasil manggung di berbagai tempat. Selain itu mencoba bisnis baju melalui on line, kendatipun  pendapatannya jauh lebih kecil dibandingkan penghasilannya sebagai seniman.

 

“Dari bulan Maret sampai sekarang nol job tidak ada masukan sama sekali. Untuk memenuhi kebutuhan beralih berjualan on line jual baju, makanan ringan apa saja yang bisa dihasilka. Tapi kalau  dibandingkan dengan hasil job jauh banget," ungkap Tatik.

 

Lia dan Tatik Sang Kalingga berharap pemerintah lebih memperhatikan nasib para seniman dan memberikan bantuan, setidaknya memberikan wadah supaya tetap dapat berkarya dan berkreasi saat menuju tatanan kehidupan baru. ( Wiwid Widha )

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00