Guna Payung Hukum, Wankes Klaten Dorong Desa-Desa Membuat Perdes Kebudayaan

KBRN,Klaten: Dewan Kesenian (Wankes) Kabupaten Klaten terus melakukan road show kewilayah untuk mengkampanyekan pembentukan Peraturan Desa (Perdes) tentang  Kebudayaan. Perdes Kebudayaan tersebut dinilai penting dalam upaya melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya yang ada diwilayah desa masing-masing.

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Klaten Fx Setiawan kepada RRI selesai berbicara dalam sarasehan Budaya di Balai desa Mlese kecamatan Gantiwarno hari Rabu (19/8/2020).

Dikatakan, dengan adanya perdes itu nantinya  sebagai dasar hukum dalam bagi  desa untuk melaksanakan dan mengembangkan seni budaya  termasuk dalam penganggaran.

"Karena kita sudah punya undang-undang nomor lima tahun 2017,perda nomor dua tahun 2014 dan perda nomor tiga tahun 2019 itu sebagai pedoman untuk desa-desa untuk menginisiasi buat perdes.Sehingga desa punya pegangan punya payung hukum untuk mengembangkan, melaksanakan kegiatan seni budaya dan ada kekuatan hukum,"ungkap FX Setiawan kepada RRI.

Selain itu pembetukan Perdes Kebudayaan, desa juga didorong untuk membuat Pamong  Budaya Desa sebagai mitra Pemerintah Desa dalam upaya menangani kegaitan seni dan budaya. Sejauh ini belum ada desa yang sudah membentuk Perdes tersebut sehingga  desa terus didorong tentang komitmen terhadap kebudayaan tersebut.

Sedangkan Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Klaten Yuli Budi  Susilowati  kepada wartawan menyatakan pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan seni dan budaya diwilayah tersebut. Sejauh ini Kabupaten Klaten yang mempunyai julukan kota bersinar tersebut belum mempunyai budaya yang menjadi ikon Klaten.

"Insyaallah kita mengarah kesana nggih. Kita berusaha mengembangkan seni budaya yang dikabupaten klaten kolaborasi yang luar biasa dengan dewan kesenian untuk membangkitkan semangat seni budaya dari seluruh warga Klaten melalui sarasehan ini,"paparnya.

Ia berharap, kegiatan sarsehan tersebut dapat membawa  semangat dari para pelaku seni dan budaya  terutama di desa-desa. Klaten yang terletak diatara dua kota besar solo dan Yogyakarta memang harus menampilkan yang berbeda. (ARGA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00