Siskamling, Pemuda Sragen ini Sembari Jaga Tradisi Sahur-sahur Keliling Kampung

KBRN, Sragen: Di era digital seperti saat ini setiap orang hampir pasti memiliki alat membangunkan tidur (alarm) untuk makan sahur. Tetapi para Pemuda Karangtaruna Dusun Ngaringan, Desa Gading, Kecamatan Tanon Sragen ini mempunya tradisi membangunkan warga tradisional untuk makan sahur yang tetap terjaga sampai kini. 

Suara kentongan, ember dan galon bekas dipukul bertalu-talu dengan irama khas sahur-sahur satu jam sebelum waktu makan sahur tiba. Beginilah suasana membangunkan sahur puasa Ramadhan 1441 H/2020, dilakukan sejumlah Pemuda Di Dusun Ngaringan, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.

Belasan pemuda anggota karang taruna ini terbagi menjadi 3 kelompok guna membangunkan masyarakat dengan mengunakan alat-alat tradisional. Seperti Kentongan, Ember besar, Ember kecil, Panci, serta dengan pemukul yang terbuat dari kayu, mereka juga tak lupa membawa Senter.

Salahsatu anggota karangtaruna Huriyanto menyampaikan, bahwa tradisi ini sudah berlangsung puluhan tahun. Sebagai pemuda dirinya berkewajiban untuk menjaganya. Tak lupa dalam menjaga kesehatan tetap menggunakan masker.

"Bahwa anggota karang taruna sudah sejak dulu memiliki tradisi keliling kampung menbangunkan warga untuk makan sahur. Tradisi menggunakan alat alat dapur dan kentongan untuk membuat nada sahur sahur sudah turun temurun dari orang tua saya saat masih muda," beber pemuda yang akrab disapa Rury kepada RRI, Minggu (26/4/2020).

Disampaikan Ruri, para pemuda Ngaringan ini sejak sore hari selepas sholat isya sudah berkumpul di salah satu simpang empat. Selain melaksanakan tradisi sahur-sahur para pemuda ini juga bergiliran untuk menjaga keamanan lingkungan. 

Apalagi ditengah pandemi corona ini angka pencurian dan kejahatan dilaporkan meningkat. Saat jarum jam menunjukan Pukul 02:30 dinihari aksi pemuda kampung dimulai dengan berbagai alat alat dipukul untuk membangunkan sahur.

"Di Perempatan tersebut kami jaga ronda dan mengisi waktu sore dengan main catur, karambol. Kita bergantian juga menjaga keamanan," ucapnya.

Sementara itu, Agus Purwanto ( 21) anggota Karang Taruna menyampaikan, bahwa tradisi group sahur sahur di kampungnya pada tahun lalu juga menjuarai lomba sahur-sahur tingkat 2 di Kantor Desa dari pesaing 10 dusun.

Lomba ini merebutkan piala dan hadiah dari kepala Desa Gading dengan sahur-sahur keliling menggunakan alat dan nada yang sama untuk membangunkan warga sahur sahur.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00