Tingalan Jumenengan Keraton Surakarta Tetap Berlangsung Ditengah Wabah Corona

KBRN, Surakarta: Keraton Surakarta tetap menggelar Tingalan Dalem Jumenengan Raja Keraton Kasunanan Surakarta SISKS Pakubuwono (PB) XIII, Jumat (20/3/2020). Agenda budaya itu tetap berjalan di tengah status kejadian luar biasa (KLB) virus corona. 

Informasi yang dihimpun dari salah seorang abdi dalem yang hadir dalam acara tersebut, menyebutkan prosesi peringatan naik tahta PB XIII itu berlangsung sederhana. Tidak ada tamu agung yang hadir dalam kesempatan itu.

Sebagian besar hanyalah abdi, sentana, serta kerabat Keraton Surakarta. Acara dimulai sekitar pukul 08.15 WIB, diawali masuknya prajurit keraton bersama abdi dan sentana. 

Kemudian sembilan gadis yang sebelumnya berlatih beberapa hari menyuguhkan tarian bedhaya ketawang selama 1,5 jam. Tarian itu menjadi puncak prosesi sakral Tingalan Jumenengan.

Namun demikian Raja, Sinuhun PB XIII tidak duduk di singgasana dampar kencana. Melainkan hanya menyaksikan dari ndalem agung bersama permaisuri. 

Sebelumnya, Kuasa Hukum Sinuhun Pakubuwana XIII, KP Ferry Firman Nurwahyu melalui surat Rabu (18/3) lalu, menyebutkan Keraton Kasuanan Surakarta menunda Tingalan Jumenengan Dalem ke-16. Hal ini sebagai langkah antisipasi penyebaran Virus Covid-19. Namun saja acara itu tetap berlangsung sesuai jadwal.

Salah seorang tamu yang diundang Camat Pasar Kliwon Ari Dwi Daryatmo memyampaikan, Tingalan Jumenengan dilaksanakan kendatipun dalam suasana wabah corona. Menurutnya jika hajatan agung ini ditunda maka maknanya akan berbeda. 

"Ya memang harus dilaksanakan sesuai hari H. Kalau ditunda mungkin maknanya beda ya," ungkapnya kepada wartawan.

Namun demikian pihaknya memastikan bahwa kegiatan itu tidak banyak dihadiri tamu. Melainkan hanya abdi dan sentana dalem.

"Izin mungkin dari kepolisian. Memang terbatas tidak banyak tamu, seratusan orang. Tidak ada tamu pejabat termasuk dari luar negeri. Hanya sekitar sini aja," imbuh Ari.

Kendatipun dilakukan di tengah wabah corona, panitia pelaksana tetap mengikuti protokoler. Seperti menyiapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer. "Pihak keamanan memeriksa setiap tamu yang datang," ujar Ari.

Sementara itu sebagian masyarakat Kota Surakarta menyayangkan  Tingalan Jumenengan tetap di langsungkan di tengah status KLB Corona. Sulistyo salah seorang warga menyampaikan keraton tidak taat dengan imbauan pemerintah.

"Dengan tetap mengadakan event budaya Tingalan Jumenengan, artinya mengabaikan instruksi Walikota Surakarta. Ini juga membuktikan keegoisan panitia penyelenggara yang seolah tidak peduli akan instruksi walikota dan presiden," tandasnya.

Menurut Sulistyo, mestinya pihak panitia Tingalan Jumenengan Keraton Surakarta dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Salah satunya menjaga kesehatan masyarakat.

"Di antaranya dengan ikut menekan penyebaran covid-19 sesuai dengan instruksi Walikota untuk menunda upacara, event, budaya di tengah status KLB Corona di Kota Solo," tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00