Upacara Berbahasa dan Pakaian Adat Jawa Tandai Peringatan Hari Jadi Solo ke 275

KBRN Surakarta: Puncak peringatan hari jadi Kota Solo ke 275 diadakan upacara menggunakan bahasa dan juga pakaian adat Jawa di Stadion Sriwedari, Senin (17/2/2020).

Upacara dipimpin Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, diikuti ASN jajaran Pemkot Surakarta, pelajar dan  juga perwakilan dari instansi vertikal di Kota Surakarta. 

Selain itu juga dihadiri Muspida Muspida, Koordinator Pemkot Surakarta. Upacara ini menandai peringatan boyong kedhaton Keraton Surakarta dari Kartasura menuju Desa Sala (Solo) oleh raja Surakarta Sinuhun PB II yang berlangsung 275 tahun silam. 

Upacara diawali dengan pertunjukan tari Derap Jati Diri dari Dinas Kebudayaan Kota Surakarta. Tari yang dibawakan puluhan penari remaja putra putri dengan jaranan kepang dan bendera warna warni ini menggambarkan, derap langkah menuju cita-cita dengan semangat kebersamaan memajukan kota Bengawan. 

"Ini saiyek saeko kapti (gotong royong) bangkit bersama, sejahtera masyarakatnya dan kuat jati diri budayanya," ungkap Sutrisno staf Dinas Kebudayaan Surakarta.

Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo dalam sambutan berbahasa Jawa menyampaikan, pentingnya menjaga Kota Solo dalam lima budaya. Meliputi budaya gotong royong, budaya merawat dan memiliki Solo seisinya. 

Sementara itu, rangkaian peringatan hari jadi Kota Solo ke 275 selain upacara juga ada ziarah ke makam para pendiri kota Solo seperti Ki Gede Sala, ke Ageng Henis di Laweyan dan Ki Ageng Pengging di Boyolali pada Jumat (14/2/2020) lalu.

Kemudian pada Sabtu 22 Februari mendatang akan dipentaskan tari kolosal hadeging Kota Solo di pendapa Balaikota Surakarta. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00