Makan Bersama di Meja Besar Jadi Tradisi Menyambut Imlek

KBRN, Surakarta: Warga Keturunan Tionghoa di Kota Solo pada momentum tahun baru Imlek 2571 ini melaksanakan beragam kegiatan. Di antaranya bagi penganut Tridharma mereka juga Sembahyang berdoa di Klenteng Tien Kok Sie selatan pasar gede Kampung Sudiroprajan, Sabtu (25/1/2020).

Mereka memanjatkan doa, tak lupa hio dibawa untuk sarana ritual. Setelah mereka sembahyang juga ada acara silaturahmi ke rumah rumah kerabat mereka di Kota Solo. 

Mereka juga menikmati santap makan bersama, ada yang menyajikan kuliner khas asli dari Tiongkok. Namun juga sekedar makan bersama dengan menu seperti setiap harinya.

Freddy salah seorang warga keturunan Tionghoa seusai sembahyang di klenteng kepada RRI mengungkapkan, ada tradisi makan bersama keluarga besar setiap Imlek. Makan malam biasanya dilakukan dengan keluarga besar. 

"Kita duduk satu meja besar begitu kemudian makan bersama. Ini tradisi yang dilakukan turun temurun," ungkapnya.

Biasanya menu khas yang wajib di sajikan adalah mie, ikan, dan baso. Selebihnya kuliner yang disajikan ala kadarnya seperti hari hari biasa. "Menu biasa saja, tapi kalau mie itu wajib ada. Karena mie itu melambangkan panjang umur," sambungnya.

Sementara itu taman lampion Imlek Solo di kawasan Pasar Gede juga masih tetap ramai. Sejumlah wisatawan masih memanfaatkan taman lampion sebagai tempat foto selfie. Wisata taman lampion ini masih akan beroperasi hingga satu bulan ke depan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00