FOKUS: #IKN

Kolaborasi Dengan PO Haryanto, Wayang Orang "Njajah Desa Milang Kori" Siap Manggung di Kota Kretek

Owner PO Bus Haryanto H.Haryanto beserta istri Nurhana (Kiri) bertemu dengan Kepala LPP RRI Surakarta Atik Hindari. SH dan Kreator Wayang Orang Njajah Desa Milang Kori LPP RRI Ali Marsudi di Garasi PO Haryanto.

KBRN, Kudus : Wayang Orang "Njajah Desa Milang Kori" (NDMK) salah satu program unggulan LPP RRI, siap melakukan road show ke Kudus, Jawa Tengah. Rencananya pentas wayang orang di Kota Kretek tersebut akan digelar pada Sabtu 23 Juli 2022 dengan menggandeng PO Haryanto sebagai mitra kerja sama.

Terkait pementasan itu, Kepala LPP RRI Surakarta Atik Hindari, SH bersama sejumlah pentolan Wayang Orang NDMK melakukan survei lokasi pertunjukan di Garasi PO Haryanto Kudus, Rabu (6/7/2022) malam. 

Kehadiran rombongan dari Kota Solo ini, disambut hangat dengan penuh kekeluargaan oleh Haji Haryanto selaku pendiri dan pemiliki perusahaan otobus tersebut bersama Hj Nurhana sang istri.

“Kami sowan ke Kudus untuk melakukan survei, terkait dukungan terhadap pementasan. Melihat secara langsung bagaimana stage untuk pertunjukan tersebut, gamelan, sound system dll. Terima kasih pak Haryanto dan mbak Nurhana mau bekerja sama dengan LPP RRI,” ungkap Atik Hindari di sela survei.

Penggagas program NDMK Ali Marsudi menjelaskan, format pertunjukan NDMK adalah wayang orang orang lengkap. Sehingga bisa menggambarkan bahwa salah satu bentuk seni tradisi ini merupakan pertunjukan megah, menarik dari sisi estetik, artistik, keren, kekinian dan bersifat edukatif.

“Kami mempersiapkan karyanya. Ini pentas gabungan berbagai elemen, seniman seniwati RRI, Griya Budaya Titah Nareswari, dan lainnya. Namun berkesenian bukan sesuatu yang murah, sehingga dukungan dari pengusaha maupun perseorangan sangat dibutuhkan,” jelas Ali Marsudi yang juga merupakan pemain wayang dan identik dengan tokoh Arjuna.

Sementara pemilik PO Haryanto Haji Haryanto menyambut antusias rencana pementasan wayang orang Njajah Desa Milang Kori tersebut. Sebagai pengusaha dia mengaku tidak semata-mata memikirkan soal bisnis. Namun juga harus diimbangi dengan keikhlasan bersedekah. Selain itu menikmati seni pertunjukan juga merupakan pelengkap hobinya sejak kecil.

“Bunyi gong itu menurut saya enak. Saya juga dari dulu suka nanggap wayang. Di Garasi ini hampir semua dalang secara bergiliran sudah pentas. Almarhum Pak Manteb Sudarsono, Pak Anom Suroto dll. Kalau wayang orang memang baru akan pertama kali dengan RRI. Saya suka wayang karena bukan hanya menjadi tontonan namun juga tuntunan," tutur Haryanto.

Nurhana istri Haryanto menambahkan, kecintaan suaminya terhadap seni budaya dibuktikan di garasi bus yang juga satu lokasi dengan kediaman mereka tersebut, sering digunakan berbagai pementasan. Sehingga panggung lengkap dengan seperangkat kelir, wayang dan gamelan sudah tersedia secara permanen.

“Di tempat kami juga sering digunakan untuk latihan sanggar-sanggar seni, karawitan, campursari, keroncong dll,” ungkap Nurhana yang dulu kondang sebagai penyanyi dan pesinden, namun sudah lama ‘tancap kayon’.

Dalam pementasan wayang orang NDMK di Kudus nanti akan menyajikan lakon’ Yuda Asmara’. Lakon ini merangkai cerita perjalanan Ciptaning (Arjuna ) yang menjadi Duta Dewata dengan mengalahkan Niwatakawaca, sampai berlanjut kisah trah Prabu Niwatakawaca, yakni Dewi Mustakaweni dengan Bambang Priyambada (salah satu anak Arjuna). Wiwid Widha

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar