Rayakan Penetapan Gamelan Sebagai WBTB Dari UNESCO, ISI Surakarta Gelar Konser Paramagangsa

KBRN, Surakarta: Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar konser gamelan bertajuk Paramagangsa, di pendopo Ageng Joyo Kusumo, Kamis (20/1/22) malam.

Konser ini merupakan bentuk perayaan suka cita ISI Surakarta terhadap ditetapkannya gamelan sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari UNESCO.

Dalam konser Paramagangsa menampilkan beragam jenis gamelan yang berasal dari beberapa daerah dan budaya Nusantara, antara lain gamelan Ageng, dan Gamelan carabalen, gamelan monggang gamelan Kebyar Bali, gamelan Banyuwangi.

Dalam sambutannya, saat membuka konser paramagangsa, Rektor ISI Surakarta, I Nyoman Sukerna mengatakan, pengakuan terhadap gamelan sebagai warisan budaya tak benda pada tanggal 15 Desember 2021 tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat di tanah air.

"Ini merupakan suatu kebanggaan dari kebudayaan indonesia yang berhasil melahirkan karya seni gamelan," ungkapnya.

Menurut I Nyoman, dengan adanya ketetapan dari UNESCO tentunya semakin mempertegas posisi unggul dari gamelan itu sendiri, sebagai hasil olah Cipta Rasa dan Karsa bangsa Indonesia.

"Walaupun memang tidak dapat dipungkiri,  bahwa pengakuan gamelan oleh masyarakat internasional sebenarnya bukan suatu hal yang baru," bebernya.

Dikatakan I Nyoman, sebelumnya UNESCO menetapkan WBTB, gamelan telah banyak diapresiasi dikagumi, dipentaskan, dipelajari dan bahkan dikaji secara umum oleh masyarakat internasional.

"Ini mengandung sebuah harapan, agar masyarakat Indonesia bisa semakin peduli terhadap pelestarian dan pengembangan gamelan, sebagai budaya asli Indonesia," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Konser Paramagangsa, Waluyo mengungkapkan, konser ini merupakan apresiasi dan bentuk ekspresi kebersamaan masyarakat Indonesia dalam komitmen menjaga, menggali mengembangkan dan memanfaatkan secara positif seni budaya gamelan dari Indonesia untuk masyarakat dunia.

"Konser perayaan kali ini melibatkan akademisi ISI Surakarta, mulai dari dosen, mahasiswa, seniman seniwati, praktisi gamelan yang berasal dari berbagai komunitas berjumlah 121 orang," jelasnya.

Adapun turut hadir dalan kesempatan tersebut, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilman Farid, Direktur Perlindungan Kebudayaan Irini Dewi Wanti, serta pejabat muspika Jawa Tengah dan surakarta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar