Seru! 4 Sanggar Tari Solo Meriahkan Hari Kedua Festival Bocah Dolanan 2021

KBRN, Surakarta: Suara kenong yang berpadu dengan suara khas kentongan mengiringi 14 penari cilik dari sanggar Kemasan Surakarta.

Penuh dengan keceriaan, para seniman cilik itu meliuk-liuk ditengah pendapa rumah budaya ndalem Joyokusuman Surakarta, tempat berlangsungnya Festival Bocah Dolanan 2021 Surakarta.

Mereka menarikan tarian bertajuk purnama menjadi Ceria, untuk bersaing di kompetisi Festival Bocah Dolanan 2021.

Salah satu penari cilik Sanggar kemasan, Gabriela Jesianan Nugroho mengaku, sangat senang bisa ikut memeriahkan festival Bocah Dolanan.

Menurutnya, melalui tarian purnama menjadi ceria  di festival ini, dirinya bisa bebas berekspresi mulai dari bercerita, menari hingga bernyanyi.

"Ya seneng, gak susah, tadi bisa nari, bercerita, sambil nyanyi," ungkap Gabriela kepada RRI, Minggu (28/11/21).

Sementara itu, Sesepuh Sanggar Kemasan, Bambang Sugiarto mengatakan, tarian purnama menjadi ceria menceritakan tentang berbagai permainan tradisional jaman dahulu yang kini jarang dimainkan anak jaman sekarang.

"Sekarang ini, banyak anak-anak yang memilih bermain HP dari pada bermainan permainan tradisional, padahal dalam permainan tradisional memiliki banyak nilai seperti, kompetisi, semangat, dan kebersamaan, maka kita gambarkan itu," bebernya.

Dikesempatan yang sama, Panitia Festival Bocah Dolanan 2021, Sugiyanto mengatakan, hari kedua festival kali ini menampilkan 4 peserta sanggar tari yang berkesempatan menyajikan tarian anak-anak.

Mereka merupakan 4 dari 10 peserta yang terpilih dalam festival doalanan bocah.

"Ini hari kedua ya, jadi hari pertama itu sudah tampil 6 peserta, hari ini 4, itu peserta yang sudah dipilih dari dinas Kebudayaan, semua dari Solo," papar Sugiyanto.

Ditambahkan Sugiyanto, festival bocah dolanan ini merupakan upaya dinas kebudayaan Surakarta untuk Nguri-nguri atau melestarikan berbagai permainan tradisional kepada anak-anak ditengah perkembangan teknologi.

"Anak anak sekarang itu, dengan adanya era digital dan teknologi, kita harapkan mereka masih bisa mengenali dasar-dasar budaya kita masalalu, yang seharusnya bisa jadi basic karakter anak-anak muda di masa mendatang, jadi itu tugas kita dinas kebudayaan," ungkapnya.

Adapun 10 sanggar yang mengikuti Festival ini adalah Sanggar Seni Gendhewo Pinenthang, Sanggar Seni Gerong Kuning, Sanggar Seni Sang Citra, Sanggar Metta Budaya, Sanggar Seni Semarak Candra Kirana, Sanggar Seni Adanu Jumantoro, Sanggar Orek, Sanggar Seni Kemasan, Sanggar Seni Pincuk, dan Sanggar Seni Sarwi Retno Budoyo.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar