Ada Tiga Sosok Calon Mangkunegara X, Satu Diantaranya Trah Mangkunegara VIII

GPH Paundrakarna Jiwo Suryanegara, (kiri), KRMH Roy Rahajasa Yamin (tengah) dan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo.

KBRN, Surakarta: Lebih 40 hari sepeninggal Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegaran IX, hingga saat ini belum ada kabar yang menjadi penerusnya. Suksesi KGPAA Mangkunegaran IX akan ditentukan mulai musyawarah Kerabat Pura Mangkunegaran. 

Ada dua nama yang digadang-gadang menjadi penerus tahta Pura Mangkunegaran. Yaitu GPH Paundrakarna Jiwo Suryanegara, dan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo. 

Namun, belakangan santer muncul nama KRMH Roy Rahajasa Yamin yang berpeluang menjadi calon penerus tahta Pura Mangkunegaran. Bahkan KRMH Roy Rahajasa disebut-sebut paling siap dari sejumlah aspek untuk menjadi Mangkunegara X.

Informasi yang dihimpun RRI, KRMH Roy Rahajasa Yamin merupakan cucu dari Pahlawan Nasional Mohammad Yamin dan cucu KGPAA Mangkunegaran VIII. Roy ini putra dari pasangan Dang Rahadian Sinayangsih Yamin dan GRA Retno Satuti yang merupakan putri tertua KGPAA Mangkunegaran VIII. 

Pegiat Sejarah dan Budaya Soloraya, Surojo menyampaikan, dari kacamata sejarah suksesi Mangkunegaran tidak selalu turun kepada anak putra mahkota dari Mangkunegara sebelumnya. Sejarah mencatat, suksesi Mangkunegara II dengan Mangkunegara III itu bukan anak kandung. 

"Justru cucu dari Mangkunegara II. Mangkunegaran II itu merupakan cucu Mangkunegara 1 atau Pangeran Sambernyawa. Mangkunegara III adalah cucu Mangkunegara II," beber Surojo kepada wartawan saat ngobrol bareng wartawan, Jumat (25/9/2021) sore. 

Dia membeberkan, pertimbangan suksesi ini tidak serta merta harus anak keturunan Mangkunegara sebelumnya. Tetapi dicarikan seorang pemangku adat yang kredibel. 

"Jadi penerusnya tidak harus anak. Dari pengalaman sejarah untuk suksesi Mangkunegaran seperti itu," ibunya.

Bahkan Surojo menceritakan, pada zaman Mangkunegara I, pemilihan Mangkunegara itu melibatkan Punggawa Baku Sekawandoso. Punggawa Baku ini selalu dilibatkan karena ikut andil dalam perang Pangeran Sambernyawa. 

"Jadi oleh Pangeran Sambernyawa itu Punggawa Baku Sekawandoso itu termasuk kerabat Mangkunegaran, harus dilibatkan," jelasnya. 

Sementara itu Wahyu, salah seorang pemerhati Adat Budaya Mangkunegaran menyampaikan pergantian Mangkunegara dilihat bukan karena anak dari Mangkunegara sebelumnya. Tapi dilihat kapabilitas memimpin lembaga adat yang namanya Pura Mangkunegara. 

"Keluarga trah besar Mangkunegaran harus benar-benar memikirkan dan ditimbang-ditimbang. Kalau memang anak dari permaisuri itu dinilai baik kepemimpinannya tidak masalah," ungkap Wahyu.

Menurutnya ada beberapa kandidat sebagai penerus tahta Pura Mangkunegara. Mereka adalah GPH Paundra, GPH Bhre, dan KRMH Roy Rahajasa. Wahyu menyebutkan tiga nama itu memiliki trah Mangkunegaran.

"Namun para sesepuh Kerabat Ageng Mangkunegaran harus dapat memilih yang terbaik. Hal ini demi kelangsungan pusat budaya Kadipaten Mangkunegaran Solo," pintanya.

Wahyu berharap suksesi Pura Mangkunegara benar-benar sesuai Ridha Allah SWT. Para sesepuh Pura Mangkunegara bisa memilih sosok yang cakap dan mampu memimpin dan mengayomi. 

"Saya tidak akan mengkotak-kotakan. Tetapi sesuai dengan adat dari leluhur terutama dari Mangkunegaran 1 (Pangeran Sambernyawa) bahwa penerus-penerusnya sesuai dengan adat yang selama ini dipegang oleh Kerajaan Mataram," beber Wahyu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00