Congklak permainan untuk menghilangkan kejenuhan anak

KBRN Surakarta, Dimasa pandemi, anak-anak dianjurkan untuk beraktifitas di rumah saja. 

Kegiatan utama anak dirumah tetap belajar dengan daring, namun tanpa kehilangan masa bermain. 

Salah satu permainan yg saat ini jarang dimainkan anak-anak adakah CONGKLAK (Dakon). Permainan ini mengajarkan anak bagaimana taat dan patuh akan aturan main yang dijalankan.

Tidak ada yang membantah karena aturan ini telah disepakati bersama. Permainan ini mengajarkan anak sabar menunggu giliran. 

Selain melatih berhitung, belajar menabung di lumbung atau gunung, permainan congklak juga mengajarkan anak berusaha  semaksimal mungkin.

Di Jawa, permainan CONGKLAK ini dikenal dengan nama Dakon. Di Sumatera disebut Congkak, di Sulawesi Makaotan,Manggaleceng, Anggalacang dan Nogarata.

Alat permainan bisa dibuat dari kayu  atau bahan plastik yang dibentuk menyerupai perahu berbentuk oval agak panjang kira kira 40 sampai 60 cm tergantung banyaknya lobang.

Sisi kanan kirinya di buat lubang untuk  menyimpan biji congklak berupa batu atau  biji bijian yang sudah dikeringkan.

Lubang dibuat sebanyak tujuh atau sembilan, tetapi ada juga yang  empat belas ditambah satu gunung di ujung untuk masing masing  pemain.

Meskipun permainan congklak saat ini sudah tergeser akibat kemajuan teknologi dan gadget, tetapi di kampung-kampung masih ada anak-anak yang tetap asik dengan permainan congklak. (Triko)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00