Tantangan Gibran-Teguh Awal Jabat Walikota Solo Versi Pengamat

Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka- Teguh Prakoso.

KBRN Surakarta: Pasangan calon Walikota-Wakil Walikota Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa diprediksi akan menghadapi tantangan berat pada tahun pertama menjalankan roda pemerintahan di Kota Solo. Gibran-Teguh dituntut memulihkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 dengan APBD yang disusun walikota sebelumnya.

Gibran-Teguh diprediksi juga masih harus melanjutkan visi-misi dari program Wali Kota dan Wakil Wali Kota, FX Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo. Sedangkan, program visi misinya baru akan dapat dijalankan pada tahun kedua pemerintahannya. Hal ini disampaikan Dosen Hukum Tata Negara UNS, sekaligus Pengamat Politik Agus Riewanto, Selasa (5/1/2021). 

"Tantangan Gibran-Teguh pada tahun pertama pemerintahannya adalah memulihkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19," katanya.

Tantangan berikutnya yang dihadapi adalah pendidikan, mengingat pendidikan menjadi salah satu sektor yang terkena dampak pandemi Covid-19. Disisi lain sebagai pemimpin baru di Kota Solo, Gibran-Teguh harus mampu menciptakan pemerintahan yang solid. Dimana harus berhadapan dengan pola ASN dengan gaya kepemimpinan walikota sebelumnya yang sudah belasan tahun. 

Sementara menurut Agus, Gibran pendatang baru minim pengalaman empiris organisasi termasuk organisasi pemerintahan.

"Bagaimana pemerintah daerah menginovasi new normal, ekonomi berjalan tapi penularan Covid-19 menurun. Itu butuh adaptasi yang tidak mudah. Harus berkomunikasi, berkolaborasi dengan aparat birokrasi pemerintahan daerah. Mau tidak mau harus menggunakan mesin birokrasi. Sementara dia bukan siapa-siapa selama ini. Butuh tim solid," ungkap dia.

Terpisah Walikota FX Hadi Rudyatmo siap menyerahkan jalanya pemerintahan setelah melalui akhir masa jabatan AMJ kepada Pejabat Walikota. Pejabat sementara yang akan menyerahkan jabatan kepada walikota yang baru. Rudy mengaku semua sudah dipersiapkan sesuai dengan regulasi.

“Kalau saya sudah AMJ tak serahkan ke PJ, nanti PJ memori akhir jabatan diserahkan ke Walikota yang baru. Kita semua pakai regulasi kok. SOTK sudah ada, APBD sudah ada perdanya OPD juga sudah ada,” beber Rudy kemarin.

Untuk diketahui, pasangan Gibran-Teguh pemenang Pilkada Serentak 2020. Keduanya akan dilantik sebagai pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta dan paling cepat akan memimpin Solo pada 17 Februari 2021.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar