FOKUS: #PILKADA 2020

Pleno Penghitungan Suara Pilbub Sragen Yuni-Suroto 432.037 Suara Kolom Kosong 106.472 Suara

Komisioner KPU dan Bawaslu Sragen seusai Rapat Pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada 9 Desember.

KBRN Sragen: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sragen menyelesaikan rapat Pleno penghitungan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sragen 2020, Rabu (16/12). 

Proses rapat pleno di tingkat Kabupaten ini akhirnya menunjukkan hasil akhir perolehan suara Kusdinar Untung Yuni Sukowati – Suroto mendapat 432.037 suara. Sedangkan Kolom kosong mendapat 106.472 suara. 

Dalam kesempatan tersebut partisipasi masyarakat yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 551.816. Sedangkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pilkada 2020 ini sebanyak 745.665. 

Pelaksanaan Rapat Pleno Rekapitulasi perolehan Suara di tingkat Kabupaten digelar di digelar di Gedung IPHI Kabupaten Sragen. Rapat pleno baru selesai pukul 16.38 WIB molor sekitar 2 jam dari estimasi awal. Dalam pelaksanaanya disiarkan secara langsung melalui YouTube agar masyarakat bisa ikut memantau. 

Ketua KPU Sragen Minarso menyampaikan proses pleno di tingkat kabupaten ini menyandingkan data dari berbagai pihak. Baik data dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), data Saksi Pasangan Calon (Paslon), data Pemantau dan data dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

”Di Sragen ada dua pemantau. Setelah melalui proses pencocokan. Alhamdulillah melalui koreksi bersama baik dari bawaslu maupun PPK, tidak ada selisih satu angka pun,” bebernya.

Selain itu juga memastikan pemilih disabilitas. Misalnya dalam suatu TPS ada 7 pemilih disabilitas, Harus rigit dijelaskan jumlah pemilih yang laki-laki maupun perempuan. Karena detilnya data pemilih disabilitas tersebut terkadang ada luput. 

Minarso menyampaikan rekapitulasi sudah selesai saat ini. Lantas dari KPU menuggu jika ada pihak-pihak yang menyampaikan gugatan terkait rekapitulasi ini secara hukum. Untuk waktu menggugat 3x24 jam setelah penutupan pleno. Namun jika tidak ada penggugat dilanjutkan penetapan calon.

”Setelah 3 x 24 jam tidak ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) berarti selesai, selanjutnya tahapan penetapan calon,” terangnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar