FOKUS: #PILKADA 2020

Partisipasi Pilbub Sragen Luput dari Target, Ini Tanggapan KPU

Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno mendatangi TPS bersama istri untuk menyalurkan hak pilihnya di Pilbup Sragen 9 Desember. Dok Mulato
Warga Sragen mengantre untuk menyalurkan hak pilihnya di salahsatu TPS Kampung Mojomulyo Kelurahan Sragen Kulon. Dok Mulato

KBRN,Sragen: Partisipasi masyarakat dalam Pilkada Sragen 2020 sesuai penghitungan real count Tim Pemenangan Paslon Bupati-Wakil Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto menunjukkan angka dikisaran 64% persen.

Angka tersebut jauh dari target yang dicanangkan Komisi Pemilihan Umum KPU Sragen yakni 77,5%.  Bupati Petahana Kusdinar Untung Yuni Sukowati langsung menyoroti kinerja KPU karena tingkat partisipasi jauh di bawah target.

"Partisipasi jauh di bawah target. Kalau tidak salah tadi hanya 64%. Dari target 77,5 %," kata Bupati Sragen Petahana Kusdinar Untung Yuni Sukowati di Dayu Park, Rabu (9/12/2020).

Menurut Yuni berlangsungnya Pilkada yang masih berada di tengah pandemi Covid-19 membuat masyarakat enggan untuk datang ke TPS. Yuni sapaan akrab bupati Sragen itu menyebut ada rasa ketakutan masyarakat untuk mendatangi TPS.

"Karena masih masa Pandemi begini. Masyarakat juga tidak prioritas datang ke TPS karena ketakutan. Jauh dari target," tandasnya.

Pernyataan Yuni Sukowati itu diamini Ketua Tim Pemenangan Yuni-Suroto, Untung Wibowo. Menurutnya karena pandemi Covid 19 ini membuat timnya tidak leluasa melaksanakan kampanye, bahkan mewujudkan perolehan suara 80 persen cukup berat. Pihaknya juga menyoroti sosialisasi KPU yang minim. 

"Kita sudah semaksimal mungkin di tengah pandemi. Banyak juga ya masyarakat yang ketakutan datang ke TPS, walau protokolnya sudah ketat begitu," beber Bowo sapaan akrabnya, saat dijumpai di Dayu Park, Rabu (9/12/2020).

Sementara itu Ketua KPUD Sragen Minarso saat dikonfirmasi wartawan Kamis (10/12/2020) siang enggan berkomentar banyak terkait tingkat partisipasi masyarakat datang ke TPS yang disampaikan Bupati Petahana. Ia menyampaikan masih menunggu pleno berjenjang dari Kecamatan dan Pleno KPU. Pihaknya tidak ingin jika terjadi selisih informasi justru menjadi bumerang buat KPU.

"Jadi untuk angka perolehan seluruhnya KPU belum mengeluarkan, kalau itu data dari Pemda atau dari mana pun silakan kami tidak bisa statement hari ini karena fakta hasil secara hukum nanti pleno berjenjang," jelas Minarso kepada wartawan, Kamis (10/12).

Minarso menjelaskan partisipasi Pilkada belum bisa dikatakan lebih rendah atau lebih tinggi. KPU  harus membandingkan dengan Pilkada Sragen tiga kali berturut-turut, yakni 2006, 2011 dan 2016. "Masyarakat tolong sabar kita tunggu data dari KPU setelah Pleno," tandasnya.

Adapun pleno masing-masing tingkatan akan dilakukan pada tanggal 11 sampai 12 Desember.  Sedangkan di tingkat kabupaten akan dilakukan selama dua hari yakni 13 dan 14 Desember.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar