FOKUS: #PPKM

Pemkot Solo Larang Pelajar Berseragam Keluyuran ke Mall Sepulang PTM

Petugas dari Satpol PP Pemkot Surakarta menegur pelajar tang keluyuran di pusat perbelanjaan sepulang dari pembelajaran tatap muka terbatas. Foto Dok Satpol PP Surakarta.

KBRN, Surakarta: Pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah dilarang mengunjungi sejumlah tempat publik termasuk pusat perbelanjaan tradisional maupun modern atau mall. 

Aturan ini diterbitkan menyusul seratusan pelajar di Kota Bengawan kedapatan nongkrong seusai pulang sekolah di sejumlah pusat perbelanjaan, warung, maupun lokasi lainnya. Padahal, mereka sudah diminta langsung pulang ke rumah guna menekan persebaran virus Covid-19. 

Dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Solo No.067/4061 tentang PPKM Level 2 yang dikeluarkan Selasa (16/11/2021) juga melarang anak berseragam sekolah masuk arena ketangkasan dan game online, fasilitas umum, berupa area publik, taman umum, tempat wisata umum, museum, tempat hiburan dan area publik lainnya. Kemudian, kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan. 

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengatakan poin larangan itu karena Petugas sering mendapati anak-anak sekolah nongkrong di lokasi-lokasi itu sepulang sekolah. 

"Aturan setelah selesai sekolah kan dijemput orang tua ya jangan mampir ke mall, pokoknya ndak boleh. Harusnya tidak ada covid pun tidak boleh ke mall setelah pulang sekolah. Pengawasan sudah dikoordinasikan," jelas Gibran di Balaikota Surakarta Rabu (17/11/2021).

Gibran meminta semua pihak turut andil mengendalikan penularan Covid-19. Termasuk pengusaha diminta pro aktif, tidak mengizinkan anak berseragam sekolah masuk mall.

"Ya pihak mall harus pro aktif jangan cuma cari traffic pengunjung, tapi protokol kesehatan diabaikan bahaya," tandasnya. 

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo, Arif Darmawan, mengatakan banyak menemukan pelajar berseragam nongkrong di ruang publik. Temuan tersebut membuatnya mengusulkan larangan anak berseragam sekolah masuk mal/pusat perbelanjaan/restoran dan sejenisnya. 

Pihaknya kembali mengingatkan para pelaku usaha untuk mematuhi aturan itu. Termasuk, mewajibkan pengunjung mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk tempat usaha mereka. Arif menyebut aturan itu dipatuhi saat awal-awal Pandemi, namun saat ini mulai diabaikan. 

"Termasuk, kewajiban memakai masker. Di Eropa, karena sudah vaksin, boleh buka masker dan sekarang terjadi gelombang ketiga, jangan sampai seperti itu,” imbuh Arif.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo, Etty Retnowati, mengatakan kewajiban mengingatkan pelajar menjaga protokol kesehatan adalah tanggung jawab bersama, tak hanya sekolah. Pihaknya menyarangkan orangtua malah terkadang sehabis menjemput anak, terus diajak ke mal atau ke pusat perbelanjaan.

“Sekolah hanya dua jam, lha, jam yang lain, maka harus kombinasi, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Linmas juga harus mengingatkan. Pengawasan ini tanggung jawab bersama," jelasnya. MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar