Terkendala Sarpras dan Sinyal, Ujian Sekolah SD di Karanganyar Akan Gunakan Sistem Luring

KBRN, Karanganyar: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar berencana melaksanakan Ujian Sekola bagi siswa Sekolah Dasar (SD) di Karanganyar menggunakan sistem Luring atau tatap muka.

Kepada wartawa Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar Tarsa mengatakan keputusan rencana pelaksanaan ujian luring itu lantaran sebagian Sekolah SD di Karanganyar belum siap melaksanaakan ujian Daring.

"Kondisi kita di daerah pendesaan ini kan sarana dan prasarana belum siap semua, SDMnya juga kurang, anak-anak mau ujian itu kan harusnya pakek uji coba, ini saja sampai sekarang belum lho," jelasnya kepada wartawan, (7/3/21). 

Disisi lain, lanjut Tarsa, masih terdapat beberapa sekolah di wilayah perbatasan tidak terjangkau sinyal, bahkan masuk dalam wilayah blank spot, sehingga tidak dapat melaksanakan ujian secara daring.

"Kalo secara geografis, beberapa sekolah itu ada yang tidak ada sinyal, jadi belum semua sekolah ada sinya," terangnya.

Meski mulai dilakukan persiapan, namun keputusan pelaksanaan ujian Luring tetap menunggu keputusan Bupati Karanganyar Juliyatmono, selaku ketua Gugus Tugas Covid 19 Karanganyar.

"Ini memang belum final, kita masih koordinasikan dengan DPRD, sama kita tunggu ketua gugus covid 19," jelasnya.

Lebih lanjut, Tarsa mengatakan, rencana pelaksanaan ujian luring hanya diberlakukan bagi sekolah SD, sedangkan untuk sekolah SMP seluruhnya sudah menyatakan siap untuk melaksanakan ujian secara Daring.

"Kalo untuk SMP semua sudah siap ya, kalo SD kan perencanaannya belum matang, ya kendala itu tadi," bebernya. 

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Karanganyar Nurini Retno Hartati mengungkapkan, rencananya mekanisme pelaksanaan ujian luring dilakukan dengan menerapkan pembatasan jumlah peserta ujian.

"Itu kan tidak semua boleh masuk sekaligus ya, paling tidak 50 persen, ya nanti sekolah melakukan penjadwalan sesuai dengan waktu ujian, jadi gantian," ungkapnya.

Lebih lanjut, Nurini mengatakan, Pihaknya selalu berkoordinasi dengan Diskominfo Karanganyar dalam mengatasi kendala area Blank Spot sinyal dibeberapa kecamatan.

"Kita koordinasi terus dengan Diskominfo untuk permasalahan blank spot ini, biar segera ada solusi," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00