Aturan Anak Ke Ruang Publik Kembali Diperketat, Simulasi PTM di Solo Jalan Terus

Foto ilustrasi Simulasi pembelajaran tatap muka berlangsung di salah satu SMPN. Dok Mulato

KBRN,Surakarta: Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Solo tetap akan dimulai awal November mendatang. Kendatipun mulai Senin (26/10/2020) ini aturan anak-anak dibawah 15 tahun ke tempat publik kembali diperketat. 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta Etty Retnowati mengatakan, dalam surat edaran SE walikota tentang penerapan disiplin dan penegakkan hukum protokol kesehatan dalam upaya pencegahan Covid 19 terbaru ada pengecualian. 

"Ada pengecualian to. Ibu Hamil Orang tua dilarang ke ruang publik kecuali sekolah yang ditunjuk Dinas Pendidikan. Berarti tiga sekolah itu tetap," tandasnya Senin (26/10/2020).

Dalam SE Walikota terbaru memuat poin di antaranya, setiap anak berusia kurang dari 15 tahun, ibu hamil dan orang lanjut usia berisiko tinggi terpapar Covid 19. Meraka dilarang memasuki pasar tradisional, toko modern pusat perbelanjaan, tempat hiburan tempat wisata dan bermain, maupun berumpul dalam kerumunan.

Tetapi ada pengecualian bagi sekolah yang telah ditunjuk melakukan simulasi pembelajaran tatap muka oleh dinas pendidikan. Oleh karenanya Etty menyebutkan, mulai 2 November guru tiga sekolah yang ditunjuk MTSN 1, SMPN 4 dan SMP Al-Azar Syifabudi akan diambil rapid tes. Setelah itu melakukan simulasi pembelajaran tatap muka.

"Tanggal dua nanti gurunya dirapid ini baru komunikasi dengan DKK. Anak-anak itu nanti masuk juga rapid dulu," jelas Etty.

Ketua Pelaksana Satgas Covid 19 Surakarta Ahyani mengatakan pengetatan kembali dilakukan karena kasus anak terpapar covid 19 meningkat signifikan. Dari 1.067 kasus kumulatif ada 10 persen kasus anak terpapar covid 19, atau sekitar 104 jiwa.

"Kasus hampir 10 persen  disumbang usia anak, makanya kami perketat lagi," katanya.

Untuk diketahui selama dua pekan Pemkot Surakarta melonggarkan aturan terhitung sejak 13 Oktober anak-anak di atas lima tahun untuk bepergian mengunjungi pasar tradisional, pasar modern, mall dan berwisata maupun bermain dikawasan publik. 

Ahyani juga menyampaikan dampak dari meningkatnya kasus Covid 19 di Solo beberapa fasilitas umum ditutup sementara. Meliputi Kantor BKPPD di Balaikota, Pasar Harjodaksino Gemblegan dan juga Puskesmas Gambirsari. "Untuk pelayanan masyarakat dipindahkan ke Puskesmas Krembyongan."

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00