Santri Harus Bisa Mengubah Perilaku dari Biasa Menuju Luar Biasa.

KBRN Surakarta : Indonesia kuat, harus didukung oleh para santri yang sehat dan kuat pula. Hal itu disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Al Muayyad Mangkuyudan Surakarta, Muhammad Faishol Rozaq dikonfirmasi RRI di tengah pelaksanaan Puncak Hari Santri 2020 yang digelar Kamis malam (22/10/2020) di Pondok setempat.

Dikatakan, memanfaatkan momentum hari Santri tahun ini, pihaknya bersama para santri dan warga Pondok komitment untuk mengubah perilaku, yang semula biasa menuju perilaku luar biasa untuk menjaga kesehatan, menjaga imun dan menjaga lingkungan pesantren. Meski jumlah santri di Ponpes yang mencapai 950 santri, menurutnya  bukan berarti santri, maupun pengasuh dan pengurus sulit untuk menerapkan kebiasaan baru untuk tetap menerapkan protokol kesehatan sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 di Pondok.

“Salah satunya dengan cara merubah perilaku santri yang semula biasa menuju yang luar biasa untuk menjaga kesehatan, menjaga imun dan menjaga lingkungan pesantren. Artinya dengan hari Santri tahun ini kita tetapkan pola hidup sehat bagi seluruh santri dan pengasuh, dan pengurus terapkan pola hidup sehat," tegasnya.

Diakui Faishol, untuk meminimalisasi penyebaran covid19, tidak mudah, karena dapat terjadi dimana saja, siapa saja, kapan saja, bukan hanya Ponpes, tetapi juga perkantoran , pasar dan sebagainya. Pihaknya terus menerus meminta warga pondok untuk menerapkan protocol kesehatan melalui Program Jogo Santri dan Jogo Tonggo, yang di antaranya juga memonitor kesehatan santri setiap saat, dengan menyiapkan Tim Tenaga Medis diketuai dr.Triwigati yang jaga 24 jam untuk memberikan pertolongan jika dibutuhkan.

Sementara, Peringatan  Hari Santri Nasional tahun 2020, Pondok Pesantren Al Muayyad Surakarta menggelar kegiatan secara sederhana, selain Doa Bersama membaca Al Qur’an usai Sholat Maghrib hingga menjelang sholat Isya, setelah Isya dilanjutkan Al Barjanji dan pembagian hadiah pemenang Lomba antar Santri (Kamis malam), sedangkan pada Kamis pagi  dilaksanakan Upacara yang hanya diikuti 70 santri. (Desk : Dyah Supana)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00