FKIP Univet Bantara Sukoharjo Jalin Kerjasama Program Visiting Professor And Lecturer

KBRN Sukoharjo : Mulai September hingga Oktober mendatang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) akan menggelar program Visiting Profesor and Lecturer hasil kerjasama 3 lembaga.

Program ini dikhususkan bagi dosen yang berpangkat guru besar (professor), lektor kepala (asocc. professor) atau minimal doktor berpangkat lector, dengan Output antara lain MOU, publikasi internasional, dan atau buku ajar.  Visiting Professor adalah nama lain dari program guest Lecturer atau visiting Scholar. 

“Kegiatan guest lecture merupakan kegiatan perkuliahan oleh dosen tamu asing (luar negeri) atas undangan penyelenggara yang ditujukan bagi mahasiswa dan dosen fakultas/jurusan/prodi penyelenggara dan dapat juga mahasiswa dan dosen undangan dari lintas fakultas/jurusan/prodi,” ungkap Dekan FKIP, Drs. Toni Harsan, M.H.,Kamis (17/09/2020).

Menurutnya, kegiatan ini dilaksanakan dalam waktu minimal 12 jam perkuliahan (jp) dan maksimal 18 jp (1 jp= 50 menit). Didukung oleh 3 lembaga pendidikan yaitu FKIP  Univet Bantara Sukoharjo, Pasca sarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan SEPAMA (Sekolah Bersepadu Musa Asiah) dari yayasan YASMA (Yayasan Musa Asiah) dari Kerajaan Kamboja. Dekan FKIP Univet Bantara Prof. Akhsanul In’Am, Ph.D (Direktur Pascasarjana UMM) Dr. Moh. Zain Musa di District Kroch Chmar (Republik Kamboja).

“Kerjasama pendidikan yang dilakukan adalah dosen mengajar lebih khusus kegiatan kerjasama ini adalah pembelajaran BIPA dan mengenalkan Budaya Indonesia bagi para guru di sekolah SEPAMA,” cetusnya.

Sedangkan sebagai  Tim pengajar dari FKIP Univet adalah Dewi Kusumaningsih, M.Hum dan Dr. Agus Efendi, M. Sn. Sedangkan dari UMM adalah Dr. Mahfud Effendi, M.Pd dan Prof. Akhsanul In’Am, Ph.D. dengan materi berbagai inovasi pendidikan antarnegara.

“ Adanya guest lecturer ini akan menambah kualitas pembelajaran, memberikan pengalaman langsung pada para dosen di FKIP Univet Bantara menjadi dosen asing (luar negeri), meningkatkan wawasan internasional bagi para dosen dan peluang untuk melakukan networking,” ujar Drs. Toni Harsan. 

Networking tersebut menurutnya akan sangat bermanfaat bagi pengembangan tidak hanya bidang pendidikan namun juga penelitian di Univet Bantara Sukoharjo.

Dikatakan, model perkuliahan menggunakan media daring dengan memanfaatkan berbagai Learning Management System (LMS) antara lain google form, zoom, dan whatsup grup. Menggunakan bahasa Melayu sebagai salah satu bahasa pengantar pendidikannya. Dilakukan selama 2 bulan yaitu September sampai Oktober 2020. Perkuliahan berdurasi 90 menit dengan 8 kali pertemuan.

Mitra penerima pendidikan ini adalah para guru di Sekolah Bersepadu Musa Asiah (SEPAMA) yaitu sebuah sekolah dasar yang didirikan atas dana pribadi ketua yayasan Musa Asiah (YASMA) di Republik Kamboja tepatnya di district, Kroch Chmar Province, Kampuchea.

Lebih lanjut dikatakan oleh  Drs. Toni Harsan, M.H dalam sambutan pembukaan program ini juga mengatakan bahwa program ini akan dipergunakan sebagai embrio lahirnya BIPA di FKIP Univet Bantara.

“ Meski BIPA di Univet belum resmi dibuka, akan tetapi Univet sudah menjalani pembelajaran BIPA ini sejak 3 tahun lalu dengan bukti adanya mahasiswa asing yang sudah menempuh studi di FKIP Univet Bantara,” ungkapnya.

Harapannya program ini akan terus dilakukan dengan melibatkan berbagai program studi dan berbagai disiplin ilmu secara berkelanjutan sehingga upaya Univet Bantara untuk meningkatkan kualitas serta pemeringkatan pada level nasional maupun internasional dapat tercapai.

Pembukaan program Visiting Professor dengan menggunakan aplikasi zoom dihadiri oleh perwakilan 4 negara yang siap mendukung program-program Univet Bantara lainnya antara lain dari Indonesia yaitu Univet Bantara yaitu Dekan FKIP, Drs. Toni Harsan, M.H, Para wakil dekan FKIP, dosen dari program studi PBSI dan PBSD; dari program Pascasarjana UMM hadir direktur Pascasarja Prof. Akhsanul In’Am, Phd; kepala International Office UMM yaitu Dr. Latipun; Malaysia diwakili oleh YBhg Dato Wan Mohamad Sh. A. Az; Republik Kamboja diwakili oleh Dr. Moh. Zain Musa; dan  Singapura oleh Dr. Nek Mah, dan para guru SEPAMA di Kamboja. (Edwi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00