Senangnya Anak-anak Sragen Kembali Sekolah, Rela Pakai Masker Demi Bertemu Guru

Pelajar SMPN 1 Masaran Sragen mengikuti pembelajaran tatap muka.

KBRN, Sragen: Sebagian sekolah di Kabupaten Sagen selama dua hari ini Senin-Selasa (31/8-01/09) telah memulai pembelajaran tatap muka terbatas. Ada yang memang menyelenggarakan pembelajaran tatap muka sebagai percontohan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, namun juga ada yang uji coba mandiri.

Pantauan RRI Selasa (1/9) pagi di SMPN 1 Masaran, sekolah tersebut mulai melakukan pembelajaran tatap muka sejak Senin 31 Agustus. Pihak sekolah sangat hati-hati dalam uji coba ini, protokol kesehatan diterapkan dengan ketat. 

Murid wajib pakai masker bahkan pelindung wajah, cuci tangan sebelum masuk kelas dan jarak. Hanya 50 persen murid yang mengikuti sekolah tatap muka, sisanya bergantian. 

Para murid pun mengaku senang kembali sekolah, setelah enam bulan mereka belajar berani dari rumah. Salah seorang siswi kelas IX Yemima mengaku senang kendatipun masuk sekolah harus menerapkan protokol kesehatan.

"Seneng bisa kembali sekolah ketemu yang temen-temen sebelumnya belajar berani. Datang wajib pakai masker, di cek suhu dan jarak," ujarnya kepada RRI.

Sementara itu Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Ramelan, S.Pd mengaku sekolah menerapkan aturan yang ketat. Selain protokol kesehatan anak diwajibkan melaksanakan bekal mandiri, karena kantin belum buka.

"Kantin belum turun buka, dan anak-anak wajib bawa bekal sendiri. Semua menerapkan protokol kesehatan. Anak datang dicek suhunya, semprot hand sanitizer dan kita pisahkan laki laki dan perempuan," jelasnya.

Ramelan juga berbicara untuk mengantisipasi kerumunan saat datang disekolah ada pembagian jam masuk sekolah. Kelas IX masuk pukul 07.00, kelas X pukul 07.30 dan kelas XI pukul 08.00 WIB.

"Setiap kelas hanya disi 50 persen murid, untuk menjaga jarak. Memang belum semua anak-anak masuk sekolah masih ada 4 yang belum mendapatkan izin orang tua. Tapi tetap kita lakukan sekolah berani. Dan dari 766 ada 12 murid belum terkonfirmasi," beber guru mata pelajaran IPA tersebut.

Sedangkan di SDN 1 Masaran juga melakukan pembelajaran tatap muka secara mandiri. Karena belum mendapatkan izin dari Pemkab Sragen.

Salah seorang siswi kelas V Syafira mengaku sejak Senin 31 Agustus masuk sekolah. Ia mengaku senang bisa kembali ke sekolah kendati harus bermasker.

"Syafira, kelas V. Masuk sekolah dari kemarin, rasanya seneng. Bisa ketemu temen-temen," ucapnya. Untuk diketahui Pemkab Sragen memulai pembalajaran tatap muka terbatas mulai 31 Agustus. Pengambilan sampel belajar tatap muka di 63 sekolah. Setiap kecamatan, tiga sekolah termasuk TK, SD dan SMP masing-masing satu sekolah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00