Simulasi Sekolah Tatap Muka Dibarengi Imunisasi Anak

Pelajar Kota Surakarta mengikuti sosialisasi protokol kesehatan sebelum sekolah tatap muka. Foto Humprot

KBRN, Surakarta: Anak-anak di Kota Solo akan mendapatkan imunisasi pada bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) sebelum melakukan sekolah tatap muka pada November tahun ini. BIAS akan dibarengkan dengan simulasi sekolah tatap muka.

"Simulasi belajar tatap muka bagi pelajar dilakukan September hingga Oktober. Kalau sekolah tatap muka masih kita kaji," kata Ketua Pelaksana Satuan Petugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, kemarin.

Khusus untuk siswa SD, simulasi dilakukan berbarengan dengan  (BIAS). BIAS ini diharapkan juga menambah imunitas bagi anak-anak saat pandemiCovid 19. 

Setiap tahun, BIAS berlangsung pada Agustus dan November. Karena Pandemi Covid-19, agenda rutin itu molor dari jadwal seharusnya. Ahyanj mengatakan akan sangat hati-hati dalam memulai pembelajaran tatap muka. 

Selain menyiapkan sarana dan prasarana serta sistem protokol yang ketat akan dilakukan Imunisasi terlebih dulu. Namun demikian pihaknya belum dapat memastikan kapan sekolah kembali dibuka. Karena masih dalam kajian mengingat kasus Covid 19 di Kota Bengawan juga masih terus bertambah.

“Saat ini kami baru menggodok simulasi yang dibarengkan dengan BIAS. Dinas Kesehatan akan memanggil anak-anak ke sekolah untuk imunisasi, bergantian. Saat imunisasi itu, sekalian sosialisasi protokol kesehatan,” terang pria yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Surakarta itu. 

Sedangkan Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengaskan, kendati akan melakukan simulasi sekolah tatap muka, namun juga tetap memperbaiki sistem pembelajaran jarak jauh atau daring. Sebab walaupun sekolah akan kembali dibuka, namun hanya 50 persen pelajar yang boleh sekolah sisanya tetap harus pembelajaran jarak jauh.

“Program pendidikan daring lewat radio, TV pendidikan maupun Hand Phone. Pembagian HP bagi warga masyarakat yang tidak punya HP sama sekali," ujar Walikota.

Sosialisasi sekolah tatap muka menurut Walikota November mendatang. Sedangkan Januari masuk sekolah dengan sistem 50-50. 

"50 persen tatap muka separo daring. Makanya saya kesana kemari cari bantuan HP ini untuk membantu yang tidak punya,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta, dr.Siti Wahyuningsih, mengatakan sasaran BIAS adalah siswa sekolah kelas 1, 2, dan 5. Rencananya, imunisasi vaksinasi campak (Measles) dan Rubella (MR) untuk siswa kelas 1 pada September. 

"Kita November, menyasar siswa kelas 1 untuk imunisasi DT (Difteri Tetanus), lalu siswa kelas 2 dan 5 mendapatkan vaksin Td (Tetanus difteri)," kata dr Ning sapaan akrabnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00