Dukung Pembelajaran Sekolah Jarak Jauh, Solo Dirikan TV Pendidikan

Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo saat menyampaikan penjelasan rencana pembangunan TV Pendidikan. Foto Mulato

KBRN, Surakarta: Televisi lokal bertema pendidikan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh tengah disiapkan Pemkot Surakarta. Mengingat sekolah secara normal belum diketahui sampai kapan.

Saluran televisi pendidikan tersebut tengah diproses di Kementerian Komunikasi dan Informatika. Keberadaan TV pendidikan tersebut dinilai sangat penting dan mendesak mengingat sekolah secara normal belum bisa dipastikan kapan dimulai. 

"Saluran televisi pendidikan merupakan program lanjutan setelah radio pendidikan Konata memiliki channel sendiri di 102,5 FM," kata Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Kamis (27/8/2020).

Kedua program tersebut disusun mengingat Pandemi Covid-19 yang belum bisa diprediksi kapan rampung. Sistem pembelajaran melalui media TV ini menurut Walikota akan mendukung sekolah tatap muka yang rencanannya dimulai November mendatang. 

Mengingat pembelajaran tidak bisa full atau maksimal hanya 50 persen, maka yang 50 persen akan mengikuti pembelajaran melalui saluran TV Pendidikan ini. Rudy sapaan akrabnya mengatakan, perizinan sedang diproses, sementara perangkatnya disediakan dari APBD Perubahan tahun ini.

“Nah, soal pembelajaran tatap muka itu kan rencananya tidak penuh, 50:50. Nanti yang separo itu belajar dengan media TV. September nanti kami mulai paparan konsep, lalu dilanjutkan simulasi sekolah tatap muka," ujarnya.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Surakarta, Kenthis Ratnawati menyampaikan garis besar saluran televisi tersebut adalah menyiarkan rekaman pembelajaran di kelas dengan metode siaran tunda. Tim Diskominfo akan merekam materi pembelajaran yang disampaikan guru di kelas pada pagi hari dan menyiarkannya sore hari.

“Metode belajar ke depan kan tidak semuanya tatap muka karena ada pembatasan jarak. Nah, siswa yang masuk pagi itu mengikuti mata pelajaran yang diajarkan guru dan direkam. Nah, mereka yang tidak masuk atau PJJ di rumah hari itu, bisa ikut belajar di rumah pada sore hari," jelasnya.

Kenthis optimis TVini akan mensuppor pendidikan di Kota Bengawan di tengah Pandemi ataupun ketika sudah normal, karena siarannya tetap akan mengedukasi anak anak. “Semua peralatan disupport APBD, kami ajukan di perubahan."

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00