Unik! Siswa di Klaten Peringati HUT RI Ke 75 Dengan Robot

KBRN, Klaten: Beragam cara dilakukan untuk mengembangkan kreatifitas dan juga rasa  nasionalisme terhadap siswa ditengah pandemi covid 19 seperti sekarang ini, Salah satunya dilakukan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Autobot School DC dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75, dengan mengadakan upacara yang diikuti empat anak SD Kelas IV, beserta robot buatannya masing-masing. 

"Keempat robot itu sebagai petugas upacara baik kompi maupun pimpinan upacara," ungkap Direktur LKP Autobot School, Agur Yuke Mulia kepada wartawan, Kamis (13/8/2020).

Dalam upacara itu juga terdapat tambahan dua robot lagi sebagai pembina upacara dan tiang bendera yang bisa mengerek bendera merah putih secara otomatis. Pelaksanaanya pun tetap dengan menerapkan protokol kesehatan terutama para siswa yang menggunakan face shield.

Ketika robot-robot itu bertugas sebagai petugas upacara digerakan lewat remote control dan smartphone yang dikendalikan peserta upacara. Mereka begitu khidmat selama berlangsungnya upacara dengan melibatkan robot yang dirakit dan diprogram oleh anak-anak.

“Kami persiapkan untuk pelaksanaan upacara bersama robot-robot ini selama tiga minggu. Melalui kegiatan ini saya ingin mengajak anak-anak untuk membuat robot yang bisa melaksanakan tugas upacara. Jenis robot yang digunakan merupakan robot kits,” jelas Agur Yuke Mulia.

Lebih lanjut, Agur menjelaskan, melalui kegiatan tersebut anak-anak masih bisa mengikuti upacara dalam menyambut HUT RI. Mengingat kegiatan upacara dengan mengumpul peserta dalam jumlah banyak di tengah kondisi pandemi Covid-19 tidak memungkinkan. Apalagi pencegahan penyebaran Covid-19 tengah dikedepankan.

Agur menjelaskan, robot yang dilibatkan dalam upacara kali ini merupakan hasil karya para siswa. Sebelumnya mereka mendapatkan pelatihan dan pembinaan dari para mentor di LKP yang berdiri sejak 2018 itu. Dari bekal ilmu yang didapatkan itu lantas merakit robot yang bisa menjadi petugas upacara tersebut.

“Usai dirakit dan diprogram oleh masing-masing siswa, lantas dilakukan latihan upacara untuk mensinkronisasi robot yang digunakan ini,” tambahnya

Sementara itu, salah satu siswa yang menjalankan robot petugas upacara, Muhamma Eko Pujianto, mengatakan, dibutuhkan dua hari untuk latihan agar robot buatannya bisa menjalankan tugas yang diinginkan.

“Untuk mengibarkan bender agak sulit tapi senang bisa terlibat dalam upacara kali ini. Tapi terus mendapatkan bimbingan dari para mentor,” jelas siswa SD N 2 Butuhan, Kecamatan Delanggu. (DESK: ARGA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00