Terkendala Kuota Internet, Pelajar Suruh Kalang Karanganyar Gunakan Fasilitas Wifi Kantor Desa

KBRN, Karanganyar: Kebijakan pemerintah untuk menerapkan pembelajaran secara daring atau online selama masa pandemi Covid 19, ternyata memunculkan berbagai kendala terkait proses belajar siswa siswi sekolah.Salah satunya, ketersediaan kuota internet untuk akses belajar secara daring.

Sepertihalnya, dirasakan sejumlah pelajar asal desa Suruh Kalang kecamatan Jaten Karanganyar, yang terpaksa harus menumpang wifi kantor desa Suruh Kalang akibat tidak mempunyai kuota internet.

Salah satu pelajar Nurul Fatayatul Hidayah mengungkapkan, sudah memanfaatkan fasilitas Wifi Kantor Kecamatan semenjak 2 hari lalu, ia mengaku menggunakan fasilitas wifi tersebut lantaran tidak mempunyai kuota internet untuk mengerjakan tugas dari sekolah secara daring.

"Saya gak punya kuota, jadi saya pakai wifi di kantor desa, sudah 2 dua hari pakek wifi ini," jelas Nurul kepada wartawan, Kamis (6/8/20).

Lanjut Nurul yang juga seorang siswa MTS Muhammadiyah Blimbing mengaku, biasanya ia bersama pelajar lainnya memanfaatkan fasilitas itu, dari pukul 09.00 hingga pukil 11.00 saat waktu belajar mengajar daring dimulai.

"Biasanya kalo sama teman, itu dari jam 9 sampai jam 11 siang," ungkapnya.

Selain digunakan mendownload materi pelajaran serta tugas sekolah, ia juga memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mengirimkan hasil pekerjaannya kepada guru masing-masing.

Sementara itu, pelajar lainnya Rahma Putriyanti mengaku cukup kesulitan bila belajar melalui daring dibanding dengan balajar secara tatap muka. ia mengaku, lebih mudah memahami materi bila belajar secara tatap muka dengan guru di sekolah lantaran langsung mendapat penjelasan guru masing-masing.

"Lebih mending belajar disekola, saya lebih paham, karena ketemu sama guru, juga ada banyak teman," ungkapnya.

Dikesempatan yang sama, Lurah Suruh Kalang Mawan Thohari mengatakan fasilitas wifi gratis tersebut untuk memudahkan para pelajar di sekitar wilayah desa Suruh Kalang dalam belajar secara daring.

"Kami sediakan fasilitas wifi gratis ini untuk anak anak belajar daring, kita buka dari jam 08.00 wib sampai sore hari," jelasnya.

Selain itu, Mawan mengungkapkan pihaknya juga memberikan fasilitas pendukung untuk penerapan protokoler kesehatan bagi anak-anak selama menggunakan wifi gratis seperti masker dan tempat cuci tangan.

"Protokoler kesehatan juga kita siapkan, kalo anak anak lupa sudah ada masker, sama kita suruh anak-anak untuk cuci tangan dulu sebelum belajar," ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00